Unggahan berisi tautan yang diklaim sebagai pendaftaran undian berhadiah Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk tahun 2026 beredar di media sosial. Dalam narasi yang menyertainya, tautan itu disebut ditujukan bagi nasabah BritAma dan Simpedes yang sudah terdaftar di aplikasi BRImo, dengan iming-iming hadiah seperti mobil, ponsel, emas dan logam mulia, paket wisata ke Singapura, hingga umrah gratis.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa informasi tersebut tidak benar. Tautan yang dibagikan terindikasi sebagai modus penipuan yang mengarah pada upaya pencurian data pribadi.
Unggahan itu beredar melalui sejumlah akun Facebook dan menyebut pemenang akan diumumkan secara online pada 25 Maret 2026. Dalam penelusuran, tautan yang dicantumkan tidak mengarah ke situs resmi BRI dan justru meminta data perbankan sensitif, termasuk nomor kartu ATM.
BRI melalui situs resminya mengimbau nasabah untuk mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan bank, termasuk informasi undian berhadiah yang banyak beredar di media sosial, terutama Facebook. Umumnya, unggahan semacam itu mengarahkan pengguna ke tautan tidak dikenal yang bukan kanal resmi BRI.
Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M Nugraha mengingatkan nasabah untuk melindungi data pribadi agar tidak terjebak kejahatan siber. Ia menekankan agar nasabah tidak pernah membagikan informasi pribadi seperti username, password, atau OTP kepada pihak mana pun, serta berhati-hati terhadap pesan atau email mencurigakan yang mengatasnamakan BRI.
Arga juga menyarankan nasabah menggunakan koneksi internet yang aman saat mengakses BRImo, mengaktifkan fitur keamanan tambahan yang tersedia, serta melakukan verifikasi dua faktor (2FA) untuk transaksi penting.
Dengan demikian, klaim mengenai tautan pendaftaran undian berhadiah BRI 2026 yang beredar di media sosial dipastikan hoaks. Akun penyebarnya bukan akun resmi BRI, dan tautan tersebut terindikasi sebagai upaya penipuan karena meminta data perbankan sensitif.

