Tautan Pendaftaran Bansos PKH Rp 1,5 Juta yang Beredar di Medsos Dipastikan Hoaks

Tautan Pendaftaran Bansos PKH Rp 1,5 Juta yang Beredar di Medsos Dipastikan Hoaks

Sebuah unggahan di media sosial beredar dengan narasi disertai tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Dalam unggahan itu disebutkan bahwa masyarakat yang sudah terdaftar akan menerima bansos PKH Tahap III hingga Rp 1,5 juta pada Juli 2026.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan informasi tersebut tidak benar. Tautan yang dicantumkan dalam unggahan itu disebut merupakan bagian dari modus pencurian data pribadi.

Informasi dan tautan pendaftaran PKH 2026 tersebut dibagikan oleh sejumlah akun Facebook pada Selasa (7/7/2026). Dalam narasi yang beredar, PKH disebut sebagai bantuan sosial bersyarat untuk keluarga miskin dan rentan, dengan nilai bantuan “Rp 600.000–Rp 1.500.000” per tahap.

Saat tautan pada unggahan diklik, alamat yang dituju tidak mengarah ke laman resmi Kemensos. Pengguna justru diarahkan ke sebuah situs bertajuk “Cek Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan”. Di halaman itu, pengunjung diminta memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram untuk mengecek status penerima bantuan.

Kemensos melalui akun Instagram resminya, @kemensosri, juga menyampaikan bahwa sedang marak modus penipuan penyaluran bansos yang mengatasnamakan Kemensos. Masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya pada akun atau pihak tertentu yang mengklaim mewakili Kemensos.

Kemensos mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan data pribadi, tidak melakukan transfer, serta tidak mengakses tautan yang tidak jelas.