Sebuah video yang menampilkan penyaluran bantuan sepeda listrik untuk anak sekolah beredar di media sosial pada awal Agustus 2026. Dalam sejumlah unggahan, video itu diklaim sebagai program penyaluran bantuan yang akan berlangsung sepanjang Agustus 2026.
Narasi yang menyertai video menyebut masyarakat cukup mengetik “hadir” di kolom komentar atau menghubungi pengunggah agar bisa menerima bantuan. Unggahan juga menuliskan klaim bahwa pembagian sepeda listrik untuk anak sekolah sudah mulai dikirim ke kantor pos.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Video yang beredar diketahui merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dari tampilan video, proses penyaluran disebut-sebut direkam di depan sebuah Gedung Kantor Pos. Meski demikian, video tidak mencantumkan alamat kantor pos yang dimaksud. Penelusuran melalui Google Search juga tidak menemukan pemberitaan valid mengenai program pembagian bantuan sepeda listrik untuk anak sekolah pada Agustus 2026.
Kompas.com juga melaporkan pada Kamis (6/8/2026) bahwa pemerintah hanya memberikan insentif untuk pembelian kendaraan listrik. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan insentif tersebut tidak berlaku untuk seluruh kendaraan listrik, karena pemerintah memprioritaskan motor dan mobil listrik yang dinilai memberi kontribusi lebih besar terhadap penguatan industri nasional.
Untuk memeriksa keaslian video, Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan layanan pendeteksi AI, Hive Moderation dan Sight Engine. Hasil uji Hive Moderation menunjukkan video tersebut memiliki probabilitas 89,6 persen dibuat oleh AI.
Dengan demikian, klaim adanya penyaluran bantuan sepeda listrik untuk anak sekolah sepanjang Agustus 2026, sebagaimana beredar di media sosial, merupakan hoaks.