Informasi disertai tautan yang mengatasnamakan akses pendaftaran berbagai bantuan subsidi pemerintah tahun 2026 beredar di media sosial. Unggahan tersebut mengklaim masyarakat bisa mendaftar untuk memperoleh subsidi pangan, LPG, BBM, transportasi, kesehatan, hingga pendidikan.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Tautan yang dibagikan melalui sejumlah akun Facebook pada Kamis (6/8/2026) tidak mengarah ke laman resmi instansi pemerintah.
Alih-alih menuju situs resmi, tautan itu membawa pengguna ke laman yang meminta data pribadi. Pengunjung diminta mengisi nama lengkap, asal provinsi, serta nomor Telegram aktif. Pola ini dinilai sebagai modus pencurian data pribadi atau phishing.
Seiring maraknya informasi serupa, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hoaks terkait bantuan sosial. Imbauan tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram resmi Kementerian Sosial pada 25 April 2026.
“Banyak berita hoaks di media sosial yang menyesatkan masyarakat. Hal ini bisa masuk ke dalam kategori penipuan,” kata Gus Ipul. Ia juga menyatakan Kementerian Sosial berkomitmen menyisir dan meluruskan kabar yang tidak bertanggung jawab, termasuk meneruskannya kepada aparat penegak hukum.
Dengan demikian, informasi dan tautan yang diklaim sebagai pendaftaran bantuan subsidi pemerintah tahun 2026 dipastikan hoaks. Tautan tersebut bukan bagian dari kanal resmi pemerintah dan berpotensi digunakan untuk mencuri data pribadi.