Sebuah video yang beredar dengan klaim Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan pembagian dana bantuan sebesar Rp60 juta dipastikan tidak benar. Penelusuran menunjukkan konten tersebut merupakan hasil manipulasi dan tidak sesuai dengan pernyataan asli.
Dalam pemeriksaan menggunakan perangkat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui situs Hive Moderation, video yang menampilkan klaim tersebut terdeteksi memiliki indikasi dibuat dengan AI sebesar 42,4 persen. Sementara itu, bagian suara atau audio pada video tersebut teridentifikasi 98,5 persen dihasilkan oleh AI.
Penelusuran juga dilakukan dengan metode pencarian gambar melalui Google Image. Hasilnya, ditemukan bahwa video yang beredar identik dengan rekaman kegiatan Sri Mulyani saat masih menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 1 Juli 2025.
Rekaman asli yang serupa dapat ditemukan di kanal YouTube Kompas.com, yang memuat agenda rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta.
Dalam rapat kerja tersebut, Sri Mulyani memaparkan laporan realisasi semester I dan prognosis semester II pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025. Tidak ada pernyataan mengenai pembagian dana bantuan Rp60 juta sebagaimana klaim dalam video yang beredar.