Jakarta, 18 Oktober 2025 — Survei terbaru Rumah Politik Indonesia (RPI) mencatat tingkat kepuasan publik yang tinggi terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam survei tersebut, 86,4 persen responden menyatakan cukup puas, puas, hingga sangat puas terhadap performa pemerintahan.
Direktur Eksekutif RPI Fernando Emas mengatakan, sebanyak 12,7 persen responden menyatakan tidak puas, sementara 0,9 persen lainnya tidak menjawab atau menyatakan tidak tahu. Menurutnya, temuan ini menunjukkan dukungan publik yang kuat di berbagai wilayah Indonesia.
RPI juga mencatat kepuasan responden tersebar di sejumlah bidang strategis, antara lain hukum dan pertahanan, keuangan dan ekonomi, sosial dan politik, serta pemberantasan korupsi. Fernando menyebut tingginya penilaian positif ini mencerminkan harapan dan optimisme masyarakat terhadap arah pembangunan, serta penilaian bahwa pemerintah mampu menjaga stabilitas dan menjalankan program yang dinilai relevan dengan kebutuhan publik.
Dalam rincian per sektor, bidang hukum dan pertahanan mencatat 75,6 persen responden puas, 5,6 persen sangat puas, dan 13,2 persen cukup puas. Di sektor keuangan dan ekonomi, 73,5 persen responden menyatakan puas, 2,7 persen sangat puas, dan 19 persen cukup puas. Sementara bidang sosial dan politik memperoleh 72,2 persen puas, 3,6 persen sangat puas, dan 10,5 persen cukup puas.
Bidang pemberantasan korupsi menjadi sektor dengan angka kepuasan tertinggi dalam survei ini, dengan 81,1 persen responden menyatakan puas, 5,9 persen sangat puas, dan 2,1 persen cukup puas.
RPI menilai tingkat kepuasan tersebut turut dipengaruhi oleh mulai terealisasinya sejumlah program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen untuk barang mewah, serta subsidi untuk ojek daring. Fernando menyatakan bahwa meski program-program itu belum sepenuhnya sempurna dan masih terdapat berbagai persoalan, masyarakat tetap menunjukkan optimisme bahwa kebijakan tersebut dapat membantu dan meningkatkan kesejahteraan.
Selain kepuasan, survei ini juga memotret tingkat kepercayaan publik. Hasilnya, 80,6 persen responden menyatakan percaya, 10,5 persen cukup percaya, dan 1,6 persen sangat percaya. Jika digabung, kategori cukup percaya, percaya, dan sangat percaya mencapai 92,7 persen.
Survei RPI dilaksanakan pada 9–16 Oktober 2025 dengan responden warga berusia di atas 17 tahun atau telah memiliki hak pilih. Pengambilan sampel dilakukan di 38 provinsi menggunakan metode multistage random sampling. Total sampel berjumlah 1.200 responden, dengan margin of error 3 persen pada tingkat kepercayaan ±95 persen.

