Lembaga Survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei evaluasi kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam survei tersebut, mayoritas responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menyebut tingkat kepuasan mencapai 72,2 persen. Rinciannya, responden yang mengaku sangat puas sebesar 6,2 persen dan cukup puas 66 persen. “Yang sangat puas terhadap kinerja pemerintah itu ada di 6,2% kemudian yang cukup puas ada di 66%. Kalau ditotal angka keseluruhan ada di 72,2 persen,” ujar Masduri, dikutip dari rilis daring, Kamis (4/6).
Sementara itu, responden yang menyatakan kurang puas tercatat 23,2 persen, sedangkan yang sangat tidak puas 1,95 persen. Dengan demikian, total responden yang tidak puas mencapai 25,1 persen. “Sementara itu yang menyatakan kurang puas ada di 23,2 persen kemudian yang sangat tidak puas ada di 1,95 persen sehingga kalau ditotal yang tidak puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo Gibran ada di angka 25,1 persen,” kata Masduri.
Poltracking juga memaparkan sejumlah alasan yang mendorong kepuasan responden. Di antaranya, bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran, program Makan Bergizi Gratis (MBG), kepemimpinan yang dianggap tegas dan berwibawa, serta kondisi ekonomi yang dinilai stabil.
Masduri menjelaskan, alasan terbanyak datang dari penilaian bahwa bantuan pemerintah tepat sasaran, sebesar 14 persen. Faktor berikutnya adalah program MBG yang disebut populer, sebesar 13,8 persen. “Alasan kenapa tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah Prabowo Gibran. Pertama ada bantuan pemerintah dianggap tepat sasaran ada di angka 14 persen, ini menggeser program di survei lalu program MBG program yang sangat populer dan belakangan sangat ramai lagi karena isu yang menyertainya ada di angka 13,8 persen,” ujarnya.
Survei Poltracking dilaksanakan pada 11–17 Mei 2026 melalui wawancara tatap muka. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling terhadap 1.220 responden, dengan margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.