Survei NSI: Kepuasan pada Pemerintahan Prabowo-Gibran Berkorelasi dengan Elektabilitas Partai, Ketahanan Energi Jadi Faktor Teratas

Survei NSI: Kepuasan pada Pemerintahan Prabowo-Gibran Berkorelasi dengan Elektabilitas Partai, Ketahanan Energi Jadi Faktor Teratas

Jakarta — Survei terbaru Nusantara Riset Indonesia (NSI) memotret dinamika elektabilitas partai politik yang dinilai berkaitan dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam temuan tersebut, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menempati posisi teratas dengan elektabilitas 27,25 persen. Di bawahnya, Partai Golongan Karya (Golkar) tercatat 15,67 persen, disusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 15,17 persen.

Direktur NSI Deni Yusup menyatakan tingginya elektabilitas partai, khususnya Gerindra, tidak dapat dilepaskan dari persepsi publik terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden. Berdasarkan survei, 80,17 persen responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja keduanya. Sementara 7,33 persen menyatakan tidak puas dan 12,50 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

NSI menilai angka kepuasan tersebut mencerminkan legitimasi politik pemerintah yang turut berpengaruh pada preferensi elektoral masyarakat. Deni juga menyebut dominasi Gerindra tampak konsisten pada sejumlah indikator lain, seperti tingkat kesukaan, kinerja, dan popularitas partai yang berada di kisaran 27 persen. Kondisi itu disebut menunjukkan korelasi antara penilaian terhadap kinerja pemerintah dan pilihan politik responden.

Survei ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berperan membentuk kepuasan publik. Ketahanan energi menjadi variabel paling dominan dengan persentase 19,17 persen. Faktor lain yang memengaruhi kepuasan meliputi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 18,33 persen, kepemimpinan Presiden Prabowo 17,92 persen, penegakan hukum 16,67 persen, ketahanan pangan 15,42 persen, serta pendidikan dan sekolah rakyat 12,50 persen.

Survei NSI dilaksanakan pada 13–22 April 2026 menggunakan metode multi-stage random sampling. Sebanyak 1.200 responden dilibatkan dari 38 provinsi serta 518 kabupaten/kota. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh surveyor terlatih, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,9 persen. Komposisi responden terdiri dari 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.

Deni Yusup menilai temuan ini menegaskan bahwa isu strategis seperti ketahanan energi tidak hanya berdampak pada stabilitas nasional, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap peta elektabilitas partai politik. Ia menambahkan, konsistensi kebijakan pemerintah dinilai akan menjadi faktor penting untuk menjaga tren elektoral ke depan.