Jakarta — Survei Indikator Politik Indonesia pada awal 2026 menunjukkan mayoritas publik merasa puas terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan survei dilakukan terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia pada 15–21 Januari 2026. Hasilnya, 72,8 persen responden menyatakan puas terhadap program MBG.
Burhanuddin merinci, responden yang menyatakan “sangat puas” mencapai 12,2 persen dan “cukup puas” 60,6 persen. Sementara itu, 19,9 persen responden mengaku “kurang puas” dan 4,5 persen “tidak puas sama sekali”. Ia menyimpulkan bahwa tingkat ketidakpuasan per Januari 2026 berada di kisaran seperempat responden.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu, Burhanuddin menilai kelompok responden yang merasa “cukup puas” berpotensi berubah seiring perkembangan pelaksanaan program. “Yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN (Badan Gizi Nasional),” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kepuasan terhadap MBG dapat berimplikasi pada tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo. Namun, survei tersebut juga menemukan adanya responden yang tidak puas terhadap MBG tetapi tetap puas terhadap kinerja Presiden.
Di sisi lain, Burhanuddin mengatakan sekitar seperempat responden yang tidak puas terhadap MBG cenderung tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo. Menurutnya, Badan Gizi Nasional perlu memperbaiki kualitas pelaksanaan program serta meminimalkan kasus-kasus negatif, termasuk insiden keracunan.
“Jadi ini penting buat BGN untuk memperbaiki kinerjanya. Kalau misalnya program MBG ini ketidakpuasannya meningkat itu punya implikasi terhadap penilaian kinerja Pak Prabowo di mata publik,” kata Burhanuddin.
Survei dilakukan melalui metode wawancara tatap muka dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.

