Survei Indikator: Kepercayaan Publik terhadap Demokrasi Capai 77,2%

Survei Indikator: Kepercayaan Publik terhadap Demokrasi Capai 77,2%

JAKARTA — Survei Indikator Politik Indonesia bertajuk “Trust Terhadap Institusi Politik, Isu-isu Terakhir dan Dinamika Elektoral Jelang Pemilu Serentak 2024” mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap demokrasi sebagai sistem pemerintahan berada di angka 77,2%. Hasil ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan bahwa angka tersebut lebih tinggi dibandingkan survei Januari 2022 yang mencatat 73,5% dan November 2021 sebesar 71,9%.

Dalam survei tersebut, responden diberikan tiga pilihan jawaban. Mayoritas, yakni 77,2%, menyatakan bahwa meski belum sempurna, demokrasi merupakan sistem terbaik. Sementara itu, 7,2% responden menilai dalam keadaan tertentu sistem non-demokrasi dapat diterima, dan 6,7% menyatakan tidak peduli karena menganggap tidak ada perbedaan antara demokrasi dan otoritarianisme. Adapun 8,8% responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Burhanuddin menekankan bahwa penilaian terhadap demokrasi tidak hanya dilihat dari anggapan apakah demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang baik. Menurutnya, demokrasi juga perlu diukur dari aspek lain, termasuk tingkat kepercayaan publik terhadap institusi-institusi demokrasi.