Survei Adidaya Institute mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di angka 68,2 persen. Direktur Politik dan Kebijakan Publik Adidaya Institute Ahmad Fadhli menilai angka tersebut masih tergolong baik di tengah situasi global yang dinilainya penuh ketidakpastian, termasuk ancaman perang dan kondisi ekonomi dunia.
Dalam keterangan pers yang diterima redaksi di Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026, Fadhli mengatakan hasil survei juga menempatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri dengan kinerja terbaik. Sebanyak 36,8 persen responden memilih Purbaya sebagai menteri yang dinilai paling baik kinerjanya dalam melayani masyarakat.
Fadhli menilai kepuasan publik turut dipengaruhi optimisme masyarakat terhadap agenda pemberantasan korupsi yang menjadi komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran. Survei mencatat 68,8 persen responden percaya pemerintahan Prabowo-Gibran bekerja dengan baik dan optimal dalam memberantas korupsi. Selain itu, 62,5 persen responden menyatakan penegakan hukum di bawah kepemimpinan Prabowo sudah berjalan adil.
Ia juga menyinggung kasus pencopotan Kepala dan dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang kemudian diproses oleh Kejaksaan Agung sebagai salah satu faktor yang memperkuat persepsi publik mengenai keseriusan pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
Seiring tingkat kepuasan tersebut, survei menunjukkan publik tidak terlalu menuntut perombakan kabinet dalam waktu dekat. Hanya 48,1 persen responden yang setuju reshuffle perlu dilakukan saat ini, sementara 32,1 persen responden menolak jika reshuffle kembali dilakukan Presiden Prabowo.
Dalam aspek ekonomi, survei mencatat 61,1 persen responden percaya kondisi ekonomi rumah tangga secara umum lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, 59,6 persen responden meyakini kondisi ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Prabowo mengalami peningkatan.
Fadhli menyebut ada kaitan antara tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden dan wakil presiden dengan kepercayaan responden terhadap kondisi ekonomi rumah tangga dan ekonomi nasional. Ia menilai publik melihat pemerintah bekerja optimal menjaga pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
Survei juga mencatat keyakinan publik terhadap capaian swasembada beras. Sebanyak 68,6 persen responden meyakini agenda swasembada beras akan kembali dicapai pemerintahan Prabowo-Gibran pada tahun ini.
Di sisi lain, mayoritas responden berharap pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebanyak 63,2 persen responden menolak atau tidak setuju jika pemerintah menaikkan harga BBM, yang dalam survei dikaitkan dengan kenaikan harga minyak dunia imbas perang Iran melawan Amerika-Israel.
Survei yang sama juga menyoroti dukungan publik terhadap program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Rata-rata dukungan terhadap ketiga program tersebut disebut berada di atas 70 persen.
Untuk program MBG, sebanyak 71,5 persen responden menyatakan dukungan. Dukungan terhadap KDKMP tercatat 75,6 persen, sedangkan program CKG memperoleh dukungan 93,3 persen.
Terkait persepsi dampak program terhadap keluarga, survei mencatat 67,6 persen responden percaya MBG berdampak langsung pada keluarga. Pada program CKG, 82,6 persen responden juga meyakini ada dampak terhadap keluarga. Namun, pada program KDKMP, publik disebut tidak yakin program tersebut memberikan manfaat langsung bagi keluarga.
Meski dukungan terhadap program unggulan tergolong tinggi, responden tetap menyoroti persoalan tata kelola sebagai masalah utama. Dalam konteks MBG, 24,9 persen responden menyebut tata kelola sebagai masalah utama. Pada KDKMP, 23,1 persen responden menilai tata kelola organisasi menjadi masalah utama. Sementara untuk CKG, 32,2 persen responden justru menilai sosialisasi sebagai permasalahan utama.
Selain itu, survei juga memotret sikap publik terhadap isu makar yang ramai diperbincangkan di media dan media sosial. Sebanyak 62,5 persen responden menyatakan tidak setuju bila ada pihak yang ingin menjatuhkan kepemimpinan Prabowo-Gibran di tengah jalan.
Fadhli menilai temuan tersebut dapat dibaca sebagai indikasi bahwa mayoritas responden masih menaruh kepercayaan terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran.