Studi di SDN Jatisari Nilai Media Konkret “Pilih Aku” dan Quizizz Paper Mode untuk Pembelajaran PPKn

Studi di SDN Jatisari Nilai Media Konkret “Pilih Aku” dan Quizizz Paper Mode untuk Pembelajaran PPKn

Penelitian yang dilakukan di kelas IV C SDN Jatisari mengevaluasi efektivitas penggunaan media konkret “Pilih Aku” yang dipadukan dengan media digital Quizizz Paper Mode dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Fokus materi yang dikaji adalah pemahaman siswa mengenai hak dan kewajiban di rumah dan sekolah.

Studi ini disusun oleh Maulida Robiati Saudah, Maximilian Surya Pratama, Rina Nuraeni, Kurotul Aeni, dan Sugiharti dari Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan simulasi pengajaran.

Dalam pelaksanaannya, media konkret “Pilih Aku” digunakan untuk membantu siswa memvisualisasikan konsep-konsep yang cenderung abstrak melalui alat peraga. Sementara itu, Quizizz Paper Mode dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran interaktif berbasis teknologi untuk mendorong partisipasi siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kedua media tersebut dinilai mampu meningkatkan motivasi, pemahaman, dan keterlibatan siswa selama proses belajar. Peneliti menilai kombinasi media konkret dan digital membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan, serta dianggap relevan dengan kebutuhan pembelajaran di era digital.

Meski demikian, penelitian juga mencatat sejumlah tantangan. Penggunaan media konkret membutuhkan waktu lebih lama, terutama terkait pengelolaan kelas. Adapun pemanfaatan Quizizz Paper Mode menghadapi kendala stabilitas jaringan yang dapat memengaruhi kelancaran kegiatan belajar.

Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa integrasi media konkret dan media digital memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PPKn, khususnya dalam membantu siswa memahami materi hak dan kewajiban.

Pada bagian pendahuluan, penelitian menempatkan PPKn sebagai mata pelajaran strategis dalam membangun karakter dan kesadaran kebangsaan. Disebutkan pula bahwa pelaksanaan pembelajaran PPKn berlandaskan Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI-KD).

Penelitian ini juga berangkat dari temuan observasi di kelas IV C SDN Jatisari yang menunjukkan pembelajaran PPKn masih cenderung monoton, dengan dominasi metode ceramah dan penggunaan papan tulis. Keterbatasan sumber belajar, termasuk jumlah buku paket yang terbatas dan materi yang dinilai kurang relevan, disebut berdampak pada rendahnya motivasi serta pemahaman siswa. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi melalui pemanfaatan media pembelajaran yang lebih variatif dan kontekstual.