Staf Ahli Menag Dorong Digitalisasi Kepegawaian dan Pelayanan Transparan bagi ASN Kemenag Bener Meriah

Staf Ahli Menag Dorong Digitalisasi Kepegawaian dan Pelayanan Transparan bagi ASN Kemenag Bener Meriah

Staf Ahli Menteri Agama RI, Dr Faisal SE Msi CA CSEP QIA CGCAE, menekankan percepatan layanan melalui digitalisasi kepegawaian dalam kegiatan pembinaan aparatur sipil negara (ASN) di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Senin, 18 Mei 2026.

Dalam arahannya, Faisal mengingatkan ASN untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui belajar, terutama di era digital. Ia menilai pelayanan yang baik dapat terwujud apabila ASN mampu beradaptasi, terus belajar, serta membangun kolaborasi di lingkungan kerja.

“Berikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Jangan pernah berhenti belajar jika ingin pelayanan kita terus menjadi lebih baik, baik di KUA, Madrasah maupun RA,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan dalam bekerja, menjunjung loyalitas ASN Kementerian Agama, serta memegang teguh Empat Pilar Kebangsaan sebagai ideologi bangsa. Selain itu, ia menekankan perlunya menjaga kenyamanan ASN dalam bekerja agar tercipta lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

“Di era digital ini kita wajib belajar dan harus mampu berkolaborasi. Jika tidak, maka akan terjadi kesenjangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Tarmizi, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan loyalitas ASN Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Tarmizi menekankan besarnya harapan masyarakat terhadap Kementerian Agama, di antaranya pelayanan yang bersih dari praktik KKN, kemudahan akses layanan, objektivitas dalam pengelolaan sumber daya manusia, serta transparansi dalam pelayanan publik.

“Masyarakat berharap seluruh proses pelayanan di Kementerian Agama benar-benar bersih dari KKN dan memberikan kemudahan akses pelayanan,” ujarnya.

Ia juga mendorong ASN untuk menciptakan pengaruh positif di tengah masyarakat melalui pelayanan yang penuh empati, tidak mempersulit, serta mengedepankan praktik pelayanan yang baik dan transparan.

“Ciptakan pelayanan yang benar-benar penuh empati. Jika kita memberikan pengaruh yang baik, maka masyarakat juga akan merespon dengan baik. Transparansi itu penting, karena apa yang terlihat di luar harus menjadi cerminan dari yang ada di dalam,” katanya.