Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim Direktur Utama PT Taspen, Rony Hanityo, mengumumkan adanya program dana bantuan bagi pekerja yang telah pensiun. Dalam unggahan tersebut, masyarakat yang ingin memperoleh bantuan diminta mendaftar melalui akun Facebook yang membagikan video.
Hasil penelusuran menunjukkan klaim itu tidak benar. Video yang beredar terindikasi sebagai konten manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan mengarah pada modus penipuan.
Dalam video yang beredar, tampak logo “TV Parlemen” di bagian kanan atas. Setelah ditelusuri ke kanal YouTube TV Parlemen, ditemukan video rujukan yang identik dengan unggahan tertanggal 24 Juni 2024. Namun, pada video aslinya, Rony tidak menyampaikan informasi tentang program dana bantuan untuk pensiunan.
Video asli merupakan rekaman rapat dengar pendapat antara DPR RI dan PT Taspen. Dalam kesempatan itu, Rony menyampaikan paparan mengenai kinerja Taspen pada 2023, bukan pengumuman bantuan dana.
Untuk memeriksa keaslian konten yang beredar, dilakukan pengecekan menggunakan Hive Moderation dan Truth Scan, dua perangkat yang dapat mendeteksi konten hasil kecerdasan buatan. Hasilnya, Hive Moderation mendeteksi suara Rony memiliki probabilitas 98,5 persen dihasilkan AI. Sementara Truth Scan mengidentifikasi suara tersebut sebagai AI generatif dengan probabilitas mencapai 99 persen.
Masyarakat diimbau waspada terhadap pola penipuan semacam ini, yang biasanya memancing calon korban dengan penawaran menarik melalui media sosial. Jika menemukan konten mencurigakan, jangan mengikuti permintaan apa pun, termasuk ajakan mendaftar melalui akun tertentu. Pastikan melakukan verifikasi melalui saluran resmi lembaga yang namanya dicatut.