Sri Sultan HB X Tekankan Transparansi Pengelolaan Zakat dan Ajak OPD Dorong Kepatuhan 2,5 Persen

Sri Sultan HB X Tekankan Transparansi Pengelolaan Zakat dan Ajak OPD Dorong Kepatuhan 2,5 Persen

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DIY. Penyerahan zakat dilakukan di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta.

Dalam kesempatan itu, Sri Sultan menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Ia juga menegaskan agar penyaluran dana zakat tidak dikaitkan dengan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Sri Sultan, zakat tidak hanya merupakan kewajiban ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai bantalan sosial di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menyebut keberhasilan pengelolaan zakat bergantung pada profesionalisme lembaga dan penerapan tata kelola yang baik.

Sri Sultan turut mengajak pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga pemerintah untuk mendorong para staf menunaikan zakat melalui lembaga resmi dengan besaran 2,5 persen. Ia menilai keteladanan pimpinan menjadi kunci dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

Ketua BAZNAS DIY Puji Astuti menyatakan dana zakat yang dikelola tetap disalurkan sesuai syariat dan tidak dialokasikan untuk program MBG. Ia menjelaskan penyaluran zakat berpedoman pada prinsip “Tiga Aman”, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, serta menegaskan MBG tidak termasuk dalam kriteria penerima zakat atau delapan asnaf.

Sepanjang 2025, BAZNAS DIY menghimpun dana ZIS-DSKL sebesar Rp 12,5 miliar, ditambah donasi bencana alam Rp 1,4 miliar. Dana tersebut telah diaudit dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama sembilan tahun berturut-turut, serta meraih predikat Transparan dan Sangat Baik dari audit syariah Kementerian Agama. BAZNAS DIY juga mencatat tujuh penghargaan nasional dalam BAZNAS Award 2025.

Pada bulan Ramadhan, BAZNAS DIY menyalurkan sejumlah program bantuan, antara lain 1.500 paket zakat fitrah, 2.750 paket Ramadhan Bahagia, bantuan biaya hidup bagi mahasiswa terdampak bencana, program Syiar Al-Qur’an, serta bantuan peralatan khusus bagi penerima manfaat.

Puji menyebut sekitar 40 persen zakat yang dihimpun saat ini berasal dari aparatur sipil negara (ASN). Ia berharap keteladanan Sri Sultan dapat mendorong partisipasi masyarakat non-ASN yang dinilai masih memiliki potensi besar.