Sosiolog Universitas Pattimura (Unpatti), Dr. Paulus Kortelu, mendorong transparansi dalam proses rekrutmen tenaga kerja untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Abadi Masela. Ia menilai keterbukaan informasi penting agar masyarakat Maluku memiliki kesempatan mempersiapkan diri sesuai kebutuhan industri.
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia lokal menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan proyek. Karena itu, potensi kesenjangan keterampilan perlu diantisipasi agar masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penonton dalam sektor ketenagakerjaan.
PSN Blok Masela diproyeksikan menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja, dengan komitmen 70 persen berasal dari tenaga kerja lokal. Namun, Dr. Paulus menekankan peluang tersebut harus dibarengi peningkatan kompetensi masyarakat. Tanpa persiapan memadai, tenaga kerja lokal dikhawatirkan hanya mengisi posisi pada level pekerjaan berkeahlian rendah.
“Kalau klasifikasi kebutuhan tenaga kerja tidak dibuka sejak awal, masyarakat tidak punya waktu menyiapkan diri. Akibatnya, mereka hanya akan mengisi pekerjaan pada level bawah,” kata Dr. Paulus.
Ia menyebut Inpex dan SKK Migas perlu menyampaikan kebutuhan tenaga kerja secara terbuka, mulai dari level manajemen, menengah, hingga pelaksana. Informasi itu dinilai penting agar pemerintah daerah dapat menyusun program pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi yang selaras dengan kebutuhan industri.
Dr. Paulus juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat, SKK Migas, Inpex, Pemerintah Provinsi Maluku, serta pemerintah kabupaten terkait. Kolaborasi tersebut diperlukan agar peningkatan kapasitas sumber daya manusia dapat dilakukan sebelum proyek memasuki tahap operasional penuh.
“Pemerintah daerah jangan sampai dibenturkan dengan masyarakatnya sendiri. Semua pihak harus duduk bersama agar masyarakat lokal benar-benar siap menyambut Proyek Masela,” ujarnya.
Ia berharap komunikasi terbuka antar pemangku kepentingan terus diperkuat. Dengan begitu, manfaat investasi dinilai tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di Maluku.