JAKARTA — Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar Sidang Tahunan pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Agenda tersebut dipimpin Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan dirangkaikan dengan sidang bersama DPR RI dan DPD RI.
Salah satu agenda utama dalam sidang tahunan dan sidang bersama itu adalah mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Selain itu, turut disampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara oleh Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, dan Ketua DPR RI.
Sidang tersebut dihadiri dan diikuti anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Sulawesi Utara, DR (HC). Christiany Eugenia Paruntu, SE., S.Th., MA. Menurut Christiany Eugenia Paruntu (CEP), sidang tahunan MPR RI menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja pemerintah sekaligus menegaskan arah pembangunan nasional.
CEP juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam setiap kebijakan dan penggunaan anggaran negara agar arah pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. “Agar arah pembangunan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi rakyat, maka pentingnya akuntabilitas setiap kebijakan dan penggunaan anggaran anggaran negara,” ujarnya.
Ia turut mendorong sinergitas pemerintah pusat dan daerah agar program pembangunan dapat berjalan merata dan berkelanjutan. “Sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah yang terus terjalin dengan baik sangat penting guna berbagai program pembangunan dapat berjalan secara merata dan berkelanjutan,” ucapnya.
Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah poin, antara lain pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dan menyelesaikan persoalan rumit yang berlangsung selama puluhan tahun. Presiden juga melaporkan capaian swasembada pangan untuk delapan komoditas serta swasembada BBM jenis solar (B50) yang disebut akan menghemat devisa.
Di bidang kesejahteraan, Presiden menyampaikan program seperti makanan bergizi dan bantuan sosial terus berjalan untuk mendukung kesejahteraan rakyat. Sementara pada aspek ekonomi, Presiden mengapresiasi kinerja lembaga keuangan seperti PT Pegadaian dan menyoroti peran Bank Emas dalam mendorong peningkatan nilai tambah komoditas emas di dalam negeri.
Sidang ini dihadiri 629 dari 732 anggota MPR RI, sehingga memenuhi syarat kuorum untuk dibuka secara resmi.