Teheran — Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali muncul di hadapan publik dan media setelah hampir lima bulan tidak terlihat. Kemunculan tersebut terjadi saat ia bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (9/8) untuk membahas perkembangan terbaru di bidang ekonomi, militer, dan pertahanan.
Pertemuan itu menjadi penampilan publik pertama Khamenei sejak konflik antara Iran dan Amerika Serikat pecah lima bulan lalu. Momen tersebut juga menarik perhatian luas media di Iran.
“Pemimpin Revolusi Islam bertemu dan berbicara dengan Presiden tentang masalah ekonomi dan militer,” demikian pernyataan yang disampaikan melalui saluran Telegram Pemimpin Tertinggi Iran.
Dalam pertemuan tersebut, Khamenei dan Pezeshkian membahas sejumlah isu strategis, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta kondisi ekonomi dan keuangan negara.
Keduanya juga membicarakan perkembangan “Perang Ketiga yang dipaksakan”, termasuk arah konflik ke depan serta situasi di sektor militer dan pertahanan Iran.
Dari sisi ekonomi, pembahasan mencakup kondisi mata uang nasional Iran, rial, sektor energi, serta upaya memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara asing.
Kemunculan Khamenei turut menjadi sorotan setelah sebuah video yang menampilkan dirinya beredar di sejumlah media Iran. Namun, pernyataan resmi terkait pertemuannya dengan Pezeshkian tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai video tersebut.
Selama sekitar lima bulan terakhir, Khamenei nyaris tidak terlihat di ruang publik maupun media sejak dimulainya konflik Iran–Amerika Serikat. Situasi ini membuat setiap kemunculannya menjadi perhatian besar di tengah kondisi politik, ekonomi, dan keamanan Iran yang masih bergejolak.
Pertemuan dengan Pezeshkian dinilai menegaskan bahwa isu ekonomi, kondisi pertahanan, serta perkembangan konflik tetap menjadi agenda utama kepemimpinan Iran di tengah tekanan yang dihadapi negara tersebut.