Isu kesehatan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu kembali ramai dibicarakan di media sosial setelah muncul narasi yang menyebut ia dalam kondisi kritis akibat didiagnosis kanker darah. Klaim tersebut beredar luas sejak Selasa (17/2/2026), salah satunya melalui unggahan di platform X yang menyatakan Netanyahu “didiagnosa kanker darah kemarin.”
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Kantor Perdana Menteri Israel (PMO) terkait kabar diagnosis kanker darah tersebut. Di tengah belum adanya pernyataan resmi, perhatian publik kembali tertuju pada rekam jejak kesehatan Netanyahu yang dalam beberapa tahun terakhir tercatat cukup panjang.
Berdasarkan laporan medis resmi yang dirilis pada akhir 2024 dan 2025, Netanyahu diklaim berada dalam kondisi fisik yang stabil. The Jerusalem Post sempat mempublikasikan hasil laboratorium yang menunjukkan kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah Netanyahu masih dalam batas normal.
Meski demikian, Netanyahu yang berusia 76 tahun memiliki riwayat tindakan medis terkait jantung. Pada Juli 2023, ia menjalani pemasangan alat pacu jantung (pacemaker). Prof. Roy Beinart dari Sheba Medical Center menyatakan kondisi jantung Netanyahu stabil, dan pemeriksaan terakhir pada November 2024 menunjukkan alat tersebut berfungsi optimal tanpa tanda-tanda aritmia.
Selain itu, Netanyahu juga sempat menjalani tindakan medis di bidang urologi. Pada 29 Desember 2024, ia menjalani operasi laser untuk pengangkatan kelenjar prostat yang bersifat jinak. Laporan medis juga mencatat ia kerap mengalami infeksi saluran kemih (ISK) yang membuatnya harus mengonsumsi antibiotik secara rutin.
Riwayat operasi lainnya tercatat pada April 2024, ketika Netanyahu menjalani operasi hernia inguinalis kanan. Pada periode yang sama, pemeriksaan CT scan seluruh tubuh disebut menemukan batu kandung kemih kecil dan kondisi obstruktif pada sistem kemih. Temuan ini sempat memicu spekulasi publik setelah terlihat tonjolan di bagian kakinya, yang kemudian diduga sebagai kantong kateter urin.
Terkait isu kanker, informasi yang tersedia dalam laporan medis yang disebutkan hanya menyatakan Netanyahu rutin menjalani kolonoskopi untuk mendeteksi potensi pertumbuhan prakanker di usus besar. Hasil pemeriksaan terakhir dilaporkan normal, tanpa temuan keganasan.
Rumor mengenai penyakit kronis atau kondisi kritis seorang pemimpin negara kerap muncul dan menyebar cepat, terutama ketika situasi politik dan konflik memanas. Meski laporan medis sebelumnya menyebut kondisi Netanyahu stabil, riwayat infeksi berulang serta penggunaan alat medis membuat isu kesehatannya kembali menjadi bahan spekulasi, termasuk klaim terbaru mengenai kanker darah yang hingga kini belum terkonfirmasi.

