Jakarta — Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berhasil membawa Polri semakin dipercaya publik melalui sejumlah kebijakan dan gebrakan selama masa kepemimpinannya.
Menurut Fernando, di bawah kepemimpinan Sigit, Polri dinilai lebih mendapat tempat di hati masyarakat. Ia menyebut kinerja Polri menonjol dibanding sejumlah lembaga penegak hukum lain, seperti Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pengadilan, hingga Mahkamah Konstitusi (MK).
Fernando mengatakan penilaian tersebut merujuk pada survei yang dilakukan Rumah Politik Indonesia. Dalam survei itu, responden menilai Polri sebagai lembaga penegak hukum dengan kinerja terbaik secara umum.
Meski demikian, Fernando mengingatkan agar capaian itu tidak membuat Polri berpuas diri. Ia menilai sikap puas diri berpotensi berdampak pada kinerja yang stagnan dan dapat berujung pada krisis kepercayaan. Karena itu, ia berharap Polri terus melakukan pembenahan untuk menjaga kepercayaan publik, termasuk melanjutkan pendekatan “Polisi Presisi”.
Dalam keterangan yang sama, disebutkan bahwa selama menjabat, Listyo Sigit dinilai menorehkan sejumlah capaian, salah satunya penurunan angka kriminal. Angka kriminal disebut turun 4,23 persen dari 339.537 kasus pada 2023 menjadi 325.150 kasus pada 2024.
Fernando juga mengaitkan hal tersebut dengan riset Global Residence Index yang dirilis pada Januari 2025. Dalam riset itu, Indeks Keamanan Jakarta menempati peringkat 87 dari 181 kota besar di dunia. Jakarta disebut berada di atas sejumlah kota lain seperti Guangzhou, Istanbul, New York, Moskow, Kuala Lumpur, Bangkok, dan New Delhi.
Selain itu, Fernando menyampaikan ada analis yang menilai Listyo Sigit sebagai sosok penting di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendongkrak kinerja Polri. Ia menyebut keseriusan pembenahan Polri tercermin dari sejumlah program kerja, antara lain penataan kelembagaan, perubahan sistem dan metode organisasi, penguatan sumber daya manusia di era Police 4.0, serta pemanfaatan teknologi kepolisian modern.
Survei Rumah Politik Indonesia yang dikutip Fernando berlangsung di 34 provinsi pada 22–26 Agustus 2025 dengan melibatkan 1.525 responden dari berbagai latar belakang. Dalam hasil survei tersebut, Polri disebut menempati peringkat pertama dengan persentase 20,11 persen. Berikutnya KPK 20,9 persen dan Kejaksaan Agung 20,5 persen, sementara pengadilan dan MK berada di urutan terbawah dengan masing-masing 18,51 persen dan 17,21 persen.

