PULANG PISAU — Komitmen keterbukaan informasi publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau kembali menjadi perhatian setelah sejumlah pejabat daerah dinilai belum responsif terhadap permintaan konfirmasi dari awak media terkait persoalan pelayanan masyarakat dan pelaksanaan program pemerintah, Jumat (5/6/2026).
Kondisi tersebut mencuat setelah gabungan awak media dari Tim Global InvestigasiNews, beritasampit.com, dan rajawali1news mengaku kesulitan memperoleh keterangan resmi dari beberapa pejabat yang dinilai memiliki kewenangan atas isu-isu yang menjadi perhatian publik.
Sejumlah pejabat yang disebut telah dihubungi untuk dimintai klarifikasi antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulang Pisau Iwan Hermawan, Inspektur Kabupaten Pulang Pisau Hayes Hendra, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau Tony Harisinta. Namun hingga berita disusun, upaya konfirmasi melalui berbagai saluran komunikasi disebut belum mendapat tanggapan.
Salah satu persoalan yang disorot adalah keluhan masyarakat terkait lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Desa Bereng dan kawasan Panunjung Tarung. Warga menyebut lampu jalan di lokasi tersebut kerap mengalami gangguan hingga padam dalam waktu cukup lama. Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas masyarakat pada malam hari dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan.
Keluhan lain datang dari pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pulang Pisau. Sejumlah warga mengaku kualitas pelayanan air bersih menurun. Bahkan terdapat keluhan mengenai debit air dari keran rumah yang sangat kecil hingga diibaratkan “seperti kencing”. Saat media berupaya meminta penjelasan maupun klarifikasi dari pihak terkait, tanggapan yang diharapkan juga disebut belum diperoleh.
Dalam praktik jurnalistik, konfirmasi merupakan bagian penting dari prinsip keberimbangan pemberitaan. Melalui konfirmasi, pihak berwenang mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan kondisi, menyampaikan langkah penanganan, maupun meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.