Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Negara Demokrasi dalam Pernyataan kepada The Economist

Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Negara Demokrasi dalam Pernyataan kepada The Economist

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menjaga Indonesia tetap sebagai negara demokrasi. Ia menyatakan dirinya terpilih melalui proses pemilihan umum yang demokratis dan akan memastikan Indonesia tetap berada dalam jalur demokrasi.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo kepada The Economist, sebagaimana dikutip pada Kamis (11/6/2026). “Izinkan saya menyatakan dengan jelas: Indonesia adalah negara demokrasi, dan akan tetap menjadi demokrasi. Saya dipilih oleh lebih dari 90 juta rakyat Indonesia dalam pemilu yang bebas dan adil,” kata Prabowo.

Prabowo menyebut demokrasi sebagai sistem terbaik meski tidak sempurna. Ia juga menyinggung perjalanan politiknya yang mengikuti proses demokrasi dengan maju dalam pemilihan presiden hingga lima kali sejak 2004, sebelum terpilih pada Pilpres 2024.

“Saya percaya pada demokrasi. Saya memahami bahwa legitimasi demokratis diperoleh melalui kesabaran, kepercayaan rakyat, dan penghormatan terhadap kehendak rakyat,” ujarnya.

Dalam pernyataan yang sama, Prabowo menegaskan keterbukaannya terhadap kritik. Ia mengatakan kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi dan menyebut akan menelaah setiap kritik terhadap pemerintahnya dengan mengacu pada fakta, hasil, serta kondisi yang dihadapi masyarakat.

“Saya menyambut kritik. Dalam demokrasi, kritik bukan hanya sehat, tetapi juga penting. Saya selalu membiasakan diri untuk memeriksa dengan teliti setiap kritik yang ditujukan kepada pemerintah saya dan menilainya berdasarkan fakta, hasil, dan realitas yang dihadapi oleh warga biasa,” kata Prabowo.

Namun, ia juga menekankan bahwa penerapan demokrasi perlu disesuaikan dengan budaya Indonesia. Menurutnya, sebagai negara berkembang, Indonesia membutuhkan stabilitas untuk melaju, sementara dalam budaya Indonesia kerja sama dinilai lebih diutamakan dibanding fragmentasi politik.

“Dalam budaya kami, memilih kerja sama lebih utama daripada perpecahan politik yang permanen, kerendahan hati lebih baik daripada permusuhan politik yang tak berujung. Apakah Indonesia harus meniru polarisasi, kepahitan, dan kelumpuhan yang semakin terlihat di beberapa bagian Barat untuk membuktikan bahwa dirinya cukup demokratis?” ujarnya.

Prabowo juga menyinggung tantangan ekonomi. Ia menyebut perekonomian Indonesia selama bertahun-tahun tumbuh sekitar 5%, tetapi menilai capaian itu belum cukup. Menurutnya, Indonesia perlu mengejar pertumbuhan 8% per tahun agar dapat menjadi negara maju.

“Kita tidak akan sampai ke sana dengan terus melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Dalam kondisi Indonesia, puas dengan status quo berarti stagnasi. Dan itu bukan jalan yang kami pilih,” kata Prabowo.

Ia menyatakan pemerintah saat ini tengah menjalankan transformasi di berbagai bidang melalui sejumlah program, antara lain makan bergizi gratis (MBG), cek kesehatan gratis (CKG), sekolah rakyat, hilirisasi industri, hingga pembentukan Danantara. Prabowo mengatakan program-program tersebut ditujukan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat sekaligus menjadi investasi bagi masa depan.

“Perjalanan Indonesia tidak sempurna dan tidak akan sempurna. Sejarah mengajarkan, tidak ada transformasi nasional besar yang berjalan sempurna. Namun kami bertekad agar negara ini tidak lagi didefinisikan oleh keraguan, ketergantungan, atau kinerjanya yang di bawah potensi,” ujarnya.

Prabowo menambahkan pemerintah akan merespons kritik melalui capaian yang dapat diukur. “Sebagai pemerintah, kami akan menjawab kritik bukan dengan retorika, melainkan dengan hasil nyata yang dapat diukur oleh siapa pun, di mana pun,” katanya.