Powell Peringatkan Politisasi The Fed Dapat Mengikis Kepercayaan Publik

Powell Peringatkan Politisasi The Fed Dapat Mengikis Kepercayaan Publik

Mantan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memperingatkan bahwa intervensi politik terhadap bank sentral Amerika Serikat dapat mengikis kepercayaan publik. Peringatan itu ia sampaikan dalam pidato publik pertamanya setelah mengakhiri masa jabatan delapan tahun sebagai Ketua The Fed pada 15 Mei 2026.

Powell menyampaikan pandangannya saat menerima John F. Kennedy Profile in Courage Award dari John F. Kennedy Library Foundation pada Minggu (31/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya menjaga lembaga-lembaga demokrasi yang menurutnya menjadi fondasi kekuatan Amerika Serikat.

“Lembaga demokrasi membutuhkan waktu, upaya, dan kesabaran yang panjang untuk dibangun, tetapi dapat dihancurkan dengan sangat cepat,” kata Powell.

Ia menyebut The Fed, lembaga peradilan, dan universitas sebagai institusi utama yang berperan besar dalam kesuksesan serta posisi Amerika Serikat di dunia. “Karena itu, sangat penting untuk mempertahankan hal-hal baik dari institusi tersebut, sembari terus berupaya memperbaikinya,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Powell juga menyoroti apa yang ia sebut sebagai ujian berat terhadap independensi The Fed. Menurut dia, tekanan tersebut antara lain berupa upaya Presiden AS Donald Trump untuk memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook, desakan agar Powell mundur dari jabatannya, hingga penyelidikan pidana yang menyasar dirinya.

“Seperti banyak institusi lainnya, The Fed sedang menjalani sebuah stress test,” kata Powell.

Powell resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua The Fed pada 15 Mei 2026 dan posisinya digantikan oleh Kevin Warsh yang dilantik pada 22 Mei 2026. Meski tidak lagi memimpin bank sentral AS, Powell memutuskan tetap menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed.

Keputusan itu, menurut laporan, diambil di tengah kekhawatiran Powell terhadap berbagai ancaman yang dinilai dapat melemahkan independensi lembaga tersebut. Langkah ini juga berarti Presiden Trump belum dapat menunjuk anggota baru Dewan Gubernur The Fed dalam waktu dekat.

Powell menegaskan struktur kelembagaan The Fed dirancang agar kebijakan moneter dapat ditetapkan tanpa dipengaruhi kepentingan politik. Ia mengatakan perlindungan terhadap independensi bank sentral selama ini memberi manfaat besar bagi masyarakat dan dihormati oleh pemerintahan dari kedua partai politik utama di AS.

Ia memperingatkan, jika pemerintah dapat memberhentikan pejabat The Fed hanya karena perbedaan pandangan kebijakan, praktik serupa berpotensi berulang pada pemerintahan berikutnya. “Publik akan kehilangan keyakinan bahwa bank sentral membuat keputusan semata-mata berdasarkan kepentingan terbaik bagi seluruh rakyat Amerika,” ujar Powell.

Saat mengumumkan penghargaan tersebut pada awal tahun ini, John F. Kennedy Library Foundation menyatakan Powell dinilai berhasil menjaga salah satu institusi nonpartisan terpenting di Amerika Serikat di tengah berbagai tekanan pribadi maupun profesional.

Selain Powell, penghargaan tahun ini juga diberikan kepada warga Minneapolis dan St. Paul atas respons publik terhadap peningkatan operasi penegakan hukum imigrasi di kawasan Twin Cities. Respons tersebut mencakup aksi protes hingga upaya pemantauan terhadap kegiatan aparat pemerintah.