SUBANG — Perintangan terhadap kerja jurnalistik dialami Hadi Martadinata, wartawan Pasundan Ekspres, saat meliput isu pertambangan di wilayah Subang Selatan. Hadi mengaku mendapat perlakuan intimidatif dari seorang oknum organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berujung pada pelemparan ponsel miliknya ke Situ Cigayonggong, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.
Menurut keterangan Hadi, peristiwa itu bermula pada Rabu malam (21/1/2026) ketika ia dihubungi oknum tersebut untuk bertemu di Saung Baladewa, kawasan Situ Cigayonggong, sekitar pukul 20.00 WIB. Hadi datang seorang diri sesuai kesepakatan awal, namun mendapati pihak yang menghubunginya hadir bersama seorang rekan.
Hadi menuturkan, setelah ia memarkirkan motor dan menghampiri, ponselnya dirampas dan langsung dilempar ke tengah situ. Ia mengaku tidak mendapatkan penjelasan mengenai alasan tindakan tersebut.
“Baru ngobrol sedikit, tiba-tiba ponsel saya langsung dilempar ke Situ Cigayonggong. Saya tidak tahu apa maksudnya karena tidak ada penjelasan sama sekali,” ujar Hadi, Kamis (22/1/2026).
Hadi menyebut ia sempat menjelaskan bahwa liputan tambang yang dikerjakannya dilakukan untuk kepentingan publik. Ia memastikan tidak mengalami kekerasan fisik, namun menilai tindakan itu sebagai bentuk intimidasi yang menghambat kerja pers.
Setelah kejadian tersebut, enam personel Rescue Damkar Subang diterjunkan untuk membantu pencarian ponsel pada Kamis (22/1/2026) pagi. Proses pencarian dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan melibatkan empat penyelam.
Komandan Regu Rescue Damkar Subang, Cucu Suherman, mengatakan ponsel berhasil ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB dalam kondisi utuh di dasar situ. Ia menjelaskan, lumpur yang tebal dan cuaca hujan sempat menjadi kendala dalam proses pencarian.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Pasundan Ekspres, Yusup Suparman, mengecam tindakan perampasan dan pelemparan ponsel tersebut. Ia menegaskan alat kerja jurnalis dilindungi undang-undang dan redaksi mendukung langkah Hadi untuk melaporkan kasus ini ke kepolisian agar diproses secara hukum.
Yusup juga menyampaikan apresiasi kepada petugas Damkar Subang serta anggota Polsek Jalancagak yang membantu proses pencarian ponsel di lokasi kejadian.

