Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan terus memperkuat strategi politik pelayanan dengan memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat hingga tingkat kecamatan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Barat yang digelar di Kota Bandung pada 14–16 Juni 2026.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan Garut sekaligus Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat, H. Aceng Malki, mengatakan arah perjuangan PKB ke depan tidak hanya berfokus pada penguatan struktur organisasi, tetapi juga memastikan kehadiran partai dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Menurut Aceng, politik pelayanan menjadi salah satu fondasi utama PKB dalam membangun kepercayaan publik. Ia menekankan bahwa kepercayaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui slogan atau kampanye, melainkan lewat kerja nyata yang dirasakan warga.
“Kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui slogan atau kampanye semata, tetapi melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh warga. Karena itu politik pelayanan harus terus diperkuat hingga ke tingkat paling bawah,” ujar Aceng.
Dalam Bimtek tersebut, kader dan anggota legislatif PKB diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan politik dan pembangunan daerah. Namun, Aceng menilai konsolidasi tidak boleh berhenti pada penguatan struktur semata.
Ia menekankan peran Pengurus Anak Cabang (PAC) dan kader di tingkat kecamatan sebagai garda terdepan dalam mendengarkan kebutuhan masyarakat sekaligus menjembatani aspirasi warga kepada para pengambil kebijakan. Menurutnya, banyak persoalan masyarakat muncul dan berkembang di tingkat desa maupun kecamatan, sehingga diperlukan komunikasi yang lebih dekat dan respons yang lebih cepat.
“Kami ingin memastikan suara masyarakat benar-benar sampai kepada lembaga legislatif. Karena itu penguatan peran kader hingga tingkat kecamatan menjadi sangat penting agar aspirasi warga dapat diperjuangkan secara maksimal,” katanya.
Selain penguatan organisasi, Bimtek juga menekankan pentingnya memperluas program keumatan yang selama ini menjadi ciri khas PKB. Aceng menyebut sejumlah program sosial seperti layanan ambulans gratis, Food Bank, bantuan kemanusiaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Ia menilai partai politik perlu memberikan kontribusi nyata dalam membantu penyelesaian persoalan sosial yang dihadapi warga. “Program keumatan harus menjadi bagian dari gerakan pelayanan yang berkelanjutan. Ketika masyarakat merasakan manfaat secara langsung, maka kepercayaan publik akan tumbuh secara alami,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut, kaderisasi juga menjadi agenda penting. Aceng menilai regenerasi kader perlu terus dilakukan untuk menyiapkan pemimpin masa depan yang memiliki kapasitas, integritas, loyalitas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap hasil Bimtek tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat di daerah masing-masing. “Kaderisasi, pelayanan, dan konsolidasi harus berjalan beriringan. Kami ingin PKB semakin dekat dengan masyarakat dan semakin mampu menghadirkan solusi atas berbagai kebutuhan warga,” tegasnya.
Melalui penguatan kaderisasi, konsolidasi hingga tingkat kecamatan, serta perluasan program keumatan, PKB menyatakan optimistis dapat mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut.