Pesantren Darur Rasyid Aceh Singkil Evakuasi Ratusan Santri Saat Banjir dan Longsor

Pesantren Darur Rasyid Aceh Singkil Evakuasi Ratusan Santri Saat Banjir dan Longsor

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Singkil pada Selasa (25/11/2025) malam memicu banjir dan longsor di lingkungan Pesantren Darur Rasyid, Desa Silatong, Kecamatan Simpang Kanan. Dalam situasi yang memburuk dalam hitungan jam, pihak pesantren mengevakuasi ratusan santri untuk mencegah jatuhnya korban.

Peristiwa bermula sekitar pukul 21.00 WIB ketika hujan deras menyebabkan Sungai Lae Cinendang dan Lae Sulampi meluap. Luapan air bergerak cepat dan merendam area pesantren yang berjarak sekitar 200 meter dari sungai. Air mulai memasuki asrama santri putra, sehingga pimpinan pesantren menetapkan status siaga 1 dan memulai langkah-langkah penyelamatan darurat.

Di saat bersamaan, bencana lain terjadi di asrama santriwati. Bangunan yang berada di dataran lebih tinggi terdampak tanah longsor. Kelapa sawit di perbukitan tumbang terbawa longsor dan menghantam gedung asrama putri, memicu kepanikan di tengah hujan yang belum mereda.

Untuk menangani kondisi darurat, pesantren membentuk Tim Siaga Bencana yang dikomandoi Ketua Koordinator Gugus Depan Pesantren Darur Rasyid. Tim ini bertugas mengoordinasikan evakuasi, mengamankan titik rawan, mendata kerusakan, serta memastikan keselamatan seluruh santri dan pengasuh.

Berkat kesiapsiagaan tersebut, tim berhasil mengevakuasi 430 santri dan 32 pengasuh dalam keadaan aman. Meski demikian, pesantren mengalami kerugian materi serta menghadapi keterbatasan logistik.

Pimpinan Pesantren Darur Rasyid, Dr Andika Novriadi Cibro, mengatakan kemampuan membentuk tim siaga dengan cepat tidak lepas dari kebiasaan latihan menghadapi bencana yang rutin dilakukan. Menurut dia, simulasi siaga bencana diajarkan melalui kegiatan kepramukaan yang telah menjadi bagian dari pembinaan di pesantren.

“Siaga bencana merupakan program pembinaan kepramukaan. Setiap semester kami lakukan simulasi bersama anggota pramuka penegak dan pihak terkait. Tim ini memiliki SOP yang menuntut gerak cepat, tanggap dan terkoordinasi,” kata Andika, Minggu (25/1/2026).

Dalam kejadian itu, kepemimpinan pesantren yang sistematis dan humanis dinilai berperan meredam kepanikan, menjaga keselamatan, serta menumbuhkan ketangguhan mental di tengah situasi darurat.