Pengamat UGM Nilai DSI Berpotensi Perkuat Transparansi Ekspor SDA, Namun Tantangan Ada pada Implementasi

Pengamat UGM Nilai DSI Berpotensi Perkuat Transparansi Ekspor SDA, Namun Tantangan Ada pada Implementasi

Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) diperkirakan dapat memperkuat transparansi pengelolaan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) Indonesia, sekaligus meningkatkan pengelolaan devisa hasil ekspor. Kepala Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Jurnasin, menilai secara konseptual DSI dapat menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperbaiki tata kelola sektor SDA melalui sistem yang lebih terintegrasi.

Menurut Eddy, salah satu manfaat utama DSI terletak pada penguatan tata kelola dan pengelolaan arus kas ekspor. Ia mengatakan, keberadaan DSI berpotensi membuat aliran informasi dan kebijakan menjadi lebih cepat dan jelas. Selain itu, transparansi dalam tata kelola pemerintahan dan arus kas dinilai dapat meningkat, serta koordinasi kebijakan antarlembaga bisa berjalan lebih cepat apabila implementasinya sesuai rencana.

Meski demikian, Eddy menekankan tantangan terbesar DSI berada pada tahap pelaksanaan. Ia mengingatkan pemerintah perlu memastikan tidak terjadi tumpang tindih fungsi antara DSI dan lembaga pendukung ekspor yang sudah ada, seperti pusat ekspor dan pusat perjanjian perdagangan bebas di sejumlah kementerian dan lembaga. Menurutnya, strategi korporat tentang integrasi vertikal perlu disusun agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku usaha.

Selain aspek tata kelola, Eddy juga menilai DSI berpotensi meningkatkan devisa hasil ekspor dan memperkuat surplus perdagangan Indonesia. Ia mencatat pada kuartal I 2026, Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 3,32 miliar dolar AS.

Namun, Eddy mengingatkan peningkatan ekspor tidak otomatis mengubah defisit transaksi berjalan menjadi surplus. Pasalnya, transaksi berjalan dipengaruhi komponen lain selain perdagangan barang. “DSI diharapkan dapat meningkatkan devisa hasil ekspor dan mendorong peningkatan neraca perdagangan. Namun, apakah DSI bisa mengubah defisit transaksi berjalan menjadi surplus? Itu belum pasti,” ujarnya.

Kendati begitu, Eddy tetap optimistis peningkatan devisa hasil ekspor dapat memperkuat cadangan devisa nasional. Menurutnya, penguatan cadangan devisa merupakan salah satu faktor penting yang dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. “Penguatan cadangan devisa merupakan salah satu faktor utama yang dapat mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Eddy.