Pengamat: Rencana Jokowi Keliling Indonesia Usai Pulih Bisa Dibaca dari Dua Perspektif

Pengamat: Rencana Jokowi Keliling Indonesia Usai Pulih Bisa Dibaca dari Dua Perspektif

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali berkeliling Indonesia setelah menyatakan kondisi kesehatannya pulih 99 persen dapat dipahami dari dua perspektif.

Adi menjelaskan, dari sisi normatif, rencana tersebut selaras dengan gaya politik Jokowi yang selama ini dikenal lewat blusukan. Menurutnya, tidak mengherankan jika setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, Jokowi tetap menggunakan pola komunikasi publik dengan turun langsung ke masyarakat.

Namun, Adi menyebut ada pula perspektif politik yang membuat rencana keliling Indonesia itu ditafsirkan lebih luas oleh publik. Ia mengatakan, muncul tafsir bahwa Jokowi ingin terus melakukan penetrasi politik ke akar rumput agar pengaruh politiknya tetap signifikan, terutama menjelang kontestasi politik berikutnya, termasuk Pemilu 2029.

Dalam penilaiannya, Adi juga menyinggung kedekatan Jokowi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Ia menilai, identitas politik Jokowi saat ini kerap dibaca publik berkaitan dengan dua hal tersebut.

Adi menambahkan, publik juga bisa melihat rencana Jokowi sebagai langkah yang memiliki lebih dari satu tujuan. Ia menyebutnya sebagai situasi “sekali mendayung dua pulau terlampaui”: di satu sisi merupakan gaya blusukan yang menjadi ciri Jokowi, sementara di sisi lain berpotensi membawa manfaat elektoral.

Menurut Adi, kedekatan publik dengan Jokowi dapat menimbulkan efek politik berantai. Ia menilai, pihak yang kelak didukung Jokowi berpeluang ikut memperoleh dukungan dari orang-orang yang merasa dekat dengan Jokowi.

Meski demikian, Adi menyatakan bahwa di antara dua perspektif tersebut, publik dinilainya lebih condong membaca rencana keliling Indonesia itu dalam nuansa politik. Ia menyebut, publik melihat adanya intensi elektoral untuk memperkuat pengaruh politik Jokowi sehingga pendukungnya dapat mengikuti arah dukungan politik yang diberikan Jokowi ke depan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Damanik, mengatakan Jokowi menyampaikan kondisi kesehatannya sudah pulih 99 persen dan berencana mulai berkeliling Indonesia lagi pada Juni 2026 untuk menyapa masyarakat.

Freddy menyebut ada kemungkinan Jokowi memulai kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Juni 2026, meski belum ada tanggal pasti. Ia mengatakan, salah satu alasan yang menguat adalah adanya permintaan dari daerah tersebut terkait pengembangan komoditas rumput laut.