Pengamat politik Nurul Fatta menilai munculnya spekulasi publik mengenai kemungkinan duet Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan Bahlil Lahadalia pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 merupakan hal yang wajar. Menurutnya, sejumlah tanda di ruang publik memunculkan tafsir politik ke arah tersebut.
"Potensi itu ada, gerak-gerik untuk ke sana juga ada," kata Nurul Fatta kepada RMOL, Kamis, 11 Juni 2026.
Fatta menjelaskan, Bahlil selama ini kerap diasosiasikan sebagai sosok yang dekat dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Kedekatan itu, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya berbagai pembacaan publik terkait masa depan karier elektoral Bahlil.
Selain itu, ia menilai lagu MBG yang belakangan viral justru memberi dampak publisitas positif bagi Bahlil. Popularitasnya disebut meningkat seiring meluasnya perhatian warganet di media sosial.
"Pertama, Bahlil ini memang diasumsikan publik sebagai orangnya Jokowi. Kedua, lagu MBG justru membuat Bahlil makin tenar, dan lagu itu menjadi publisitas politik yang positif," ujarnya.
Fatta menambahkan, spekulasi publik dinilai semakin menguat setelah Jokowi turut mengunggah lagu tersebut melalui akun media sosialnya. Dari situ, ia menilai muncul tafsir bahwa Gibran dan Bahlil berpeluang dipasangkan dalam kontestasi pilpres mendatang.
"Sehingga wajar ketika publik menafsirkan bahwa Gibran dan Bahlil akan berpasangan maju dalam pilpres yang akan datang," pungkasnya.
Meski demikian, Fatta menegaskan bahwa berbagai manuver dan pembacaan tersebut masih sebatas indikasi awal atau semacam "tes ombak" menjelang Pilpres 2029. Ia menilai kontestasi mendatang berpotensi menghadirkan dinamika baru, termasuk kemungkinan munculnya figur-figur yang berhadapan dengan Presiden Prabowo Subianto apabila kembali maju pada periode berikutnya.