Pengamat sosial politik Ridlwan Habib meminta publik mencermati secara jernih dan objektif polemik yang belakangan menyeret pejuang perempuan Papua, Mama Yasinta. Ia menilai masyarakat perlu mengetahui fakta langsung dari Mama Yasinta agar tidak terpengaruh narasi yang beredar di media sosial.
Ridlwan mengatakan terdapat upaya penggiringan opini di media sosial yang menggambarkan seolah-olah Mama Yasinta tidak datang secara sukarela. Menurutnya, Mama Yasinta mendatangi Polda Metro Jaya atas kemauan sendiri, tanpa paksaan, dalam kondisi sehat, dan dengan kesadaran penuh. Ia juga menyebut Mama Yasinta menyadari bahwa dirinya selama ini dimanfaatkan.
Ia menjelaskan, polemik tersebut perlu dipisahkan dari aktivitas Mama Yasinta pada masa lalu. Ridlwan menyebut pada rentang 2024 hingga 2025, Mama Yasinta memang pernah terlibat dalam aksi demonstrasi menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) karena ajakan kerabat. Namun, ia menyatakan pada 2026 Mama Yasinta menegaskan tidak ingin lagi membahas isu PSN dan menganggapnya sudah selesai.
Ridlwan menilai keberatan utama Mama Yasinta saat ini berkaitan dengan pembajakan hak privasi dan eksploitasi visual. Menurutnya, selama aksi 2024–2025 ada pihak-pihak yang mendokumentasikan kegiatan Mama Yasinta, tetapi dokumentasi itu kemudian dirangkai dan digunakan sebagai materi utama dalam sebuah film tanpa persetujuan.
Ia mengatakan Mama Yasinta baru mengetahui dirinya menjadi “bintang” dalam film tersebut secara tidak sengaja pada 8 April 2026 di Jayapura. Ridlwan menyebut Mama Yasinta terkejut saat melihat wajahnya terpampang pada baliho dan poster, serta rekaman video demonstrasi dimasukkan ke dalam adegan film, tanpa pernah ada pembicaraan atau permintaan izin sejak awal produksi.
Ridlwan kembali mengingatkan publik agar tidak terkecoh oleh narasi di media sosial. Ia menekankan perlunya membedakan konteks keterlibatan Mama Yasinta dalam demonstrasi pada masa lalu dengan persoalan penggunaan sosoknya dalam film. Menurutnya, Mama Yasinta bertindak karena merasa telah dijadikan komoditas tontonan tanpa pemberitahuan.