Pemkot Jambi Tutup TPS Bertahap Seiring OPBM Capai 80% di Tingkat RT

Pemkot Jambi Tutup TPS Bertahap Seiring OPBM Capai 80% di Tingkat RT

Pemerintah Kota Jambi mempercepat penutupan sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) di pinggir jalan dan TPS liar seiring pelaksanaan program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM). Penutupan TPS dilakukan dengan mempertimbangkan aspek pendukung, termasuk ketika pelaksanaan OPBM telah mencapai 80% di tingkat rukun tetangga (RT).

Program OPBM dirancang untuk melibatkan masyarakat dalam penanganan sampah yang disebut sebagai tanggung jawab bersama. Dalam mekanismenya, bentor akan mengambil sampah dari rumah ke rumah melalui sistem persampahan tertutup, kemudian diangkut menuju depo transfer sampah.

OPBM juga disebut sejalan dengan program prioritas Kampung Bahagia, yang ditujukan untuk mendorong kepedulian warga terhadap sampah yang dihasilkan. Pemerintah Kota Jambi mencatat hampir 400 ton sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo setiap hari.

Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan hal tersebut saat meninjau lokasi pembangunan depo transfer sampah sementara di kawasan Pasar Talang Banjar, Kamis pagi (21/05/2026). Peninjauan itu turut didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha.

Maulana mengatakan penutupan TPS pinggir jalan akan dilakukan jika OPBM telah berjalan 80% di tingkat RT. Ia meminta masyarakat berkoordinasi dengan RT setempat untuk bergabung dalam program tersebut, sekaligus aktif mencari informasi agar tidak terjadi miskomunikasi.

“Penutupan TPS pinggir jalan dilakukan jika pelaksanaan OPBM sudah 80% terlaksana, silahkan masyarakat berkoordinasi dengan RT setempat untuk dapat bergabung kedalam program tersebut. Masyarakat harus aktif dalam mencari informasi terkait OPBM, jangan sampai miss komunikasi. Ini adalah bentuk komitmen kita dalam menjaga kota ini tetap bersih,” kata Maulana.

Terkait kesiapan depo, Maulana menyebut Pemerintah Kota Jambi terus mengoptimalkan lahan yang tersedia, termasuk untuk wilayah Talang Banjar. Ia menyampaikan produksi sampah di kawasan itu mencapai 14 truk per hari, sementara wilayah Jambi Timur belum memiliki depo transfer sampah untuk menampung sampah dari OPBM.

Menurut Maulana, depo di Talang Banjar bersifat sementara sambil menunggu pembangunan depo yang direncanakan di kawasan dekat kantor Pertamina, wilayah Kasang. Ia menyebut proses pembangunan membutuhkan waktu, sementara OPBM di Jambi Timur sudah berjalan.

Ia menambahkan, untuk mengakselerasi OPBM dibutuhkan depo transfer yang cukup luas. Seiring rencana penutupan beberapa TPS di sekitar lokasi, tumpukan sampah diperkirakan akan terfokus di kawasan Talang Banjar sehingga area tersebut akan difungsikan terlebih dahulu sebagai depo transfer sementara.