Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) resmi mengoperasikan fasilitas Digital Signage Sijagad (Sistem Informasi Jaga Disparitas Harga) di Pasar Rembang. Perangkat informasi tersebut mulai difungsikan sejak Sabtu, 7 Maret 2026.
Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Rembang, Mahfudz, mengatakan pengadaan perangkat itu merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program strategis “Ngopeni Ngelakoni Jateng”. Penyalurannya dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah sebagai dukungan bagi daerah yang menjadi titik penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Mahfudz menjelaskan Kabupaten Rembang termasuk wilayah pusat penghitungan IHK. Menurut dia, bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung keterbukaan informasi sekaligus membantu pemantauan perkembangan harga kebutuhan pokok yang menjadi indikator inflasi. Hal itu disampaikan Mahfudz saat memberikan keterangan pada Selasa, 10 Maret 2026.
Meski Kabupaten Rembang memiliki dua pasar yang menjadi titik penghitungan inflasi, yakni Pasar Rembang dan Pasar Lasem, fasilitas digital signage saat ini baru tersedia di satu lokasi. Mahfudz menyebut perangkat ditempatkan di Pasar Rembang karena bantuan yang diterima baru satu unit sehingga diposisikan secara strategis agar dapat diakses lebih luas.
Perangkat Sijagad menampilkan data harga dari 13 komoditas bahan pokok utama, di antaranya beras, minyak goreng, daging, telur, hingga ikan. Data harga yang ditampilkan merupakan hasil kalkulasi rata-rata dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan diperbarui setiap hari.
Melalui tampilan tersebut, masyarakat dapat memantau fluktuasi harga secara real-time serta membandingkan tren harga, apakah mengalami kenaikan atau penurunan, sebelum bertransaksi di pasar.
Selain melalui layar di Pasar Rembang, pemerintah daerah juga mendorong masyarakat memanfaatkan kanal digital. Informasi harga dapat diakses secara daring melalui laman jagad.glide.page.
Bagi pengunjung pasar yang membutuhkan panduan penggunaan perangkat di lokasi, operator Pasar Rembang disiagakan untuk memberikan asistensi. Mahfudz berharap kehadiran Sijagad dapat mendorong ekosistem perdagangan yang lebih transparan, sehingga masyarakat memiliki pedoman harga sebelum berbelanja dan disparitas harga di lapangan dapat terjaga.

