Pemerintah Desa (Pemdes) Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terus mengupayakan peningkatan transparansi sekaligus optimalisasi program pembangunan desa melalui sejumlah kegiatan prioritas.
Salah satu program yang sedang berjalan ialah Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang difokuskan pada pekerjaan skala kecil, seperti rehabilitasi paving dan perbaikan infrastruktur ringan lainnya. Program ini tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki fasilitas desa, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi warga setempat.
Melalui sistem swakelola, pelaksanaan PKTD diharapkan dapat memberdayakan masyarakat sekaligus menjaga kualitas pembangunan di lingkungan desa.
Untuk mendukung keterbukaan pengelolaan Dana Desa, Pemdes Plosorejo juga memasang banner yang memuat laporan mekanisme penggunaan anggaran. Langkah tersebut ditujukan agar masyarakat dapat mengetahui alur perencanaan hingga realisasi anggaran secara terbuka.
Selain pemasangan banner, musyawarah desa turut dilakukan guna membahas prioritas kegiatan. Dengan cara ini, keputusan yang diambil diupayakan bersifat partisipatif dan melibatkan unsur masyarakat.
“Ya, banner ini dipasang guna Infografis dan juga sebagai mekanisme pelaporan transparansi dana desa. Jadi sebelum terbentuknya banner ini, juga ada musyawarah dulu dengan warga, diadakan rapat dulu sebelum dicetak, seperti itu,” ujar Sekretaris Desa Plosorejo, Sukisnan, Kamis (19/02/2026).
Terbaru, Pemdes Plosorejo menyiapkan infografis kegiatan desa yang memuat berbagai program dan aktivitas yang telah maupun sedang dilaksanakan. Infografis tersebut diharapkan memudahkan warga memahami arah kebijakan dan program prioritas desa secara ringkas.
Di bidang sosial, kegiatan rutin seperti penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) disebut tetap berjalan setiap bulan bagi warga yang berhak menerima.
Sementara itu, Pemdes Plosorejo sebelumnya mengalokasikan honor bulanan bagi guru Madrasah Diniyyah (Madin). Namun pada tahun ini, anggaran tersebut belum tersedia akibat penyesuaian dan efisiensi dana desa. Meski demikian, pemerintah desa menyatakan tetap berupaya memberi perhatian dan dukungan moral kepada para tenaga pengajar agar tetap semangat dalam mendidik generasi muda.
Dalam keterangan yang disampaikan, Madrasah Diniyyah berada di bawah naungan desa, sedangkan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dikelola oleh yayasan. Adapun kegiatan pendidikan di musala dan masjid disebut tetap mendapat dukungan.
Pemdes Plosorejo berharap masyarakat semakin memahami program pembangunan yang dijalankan serta berpartisipasi aktif dalam memajukan desa.

