Pembukaan ILC ke-114 di Jenewa: SEPETA Dorong Transparansi Algoritma dan Jaminan Sosial bagi Pekerja Platform

Pembukaan ILC ke-114 di Jenewa: SEPETA Dorong Transparansi Algoritma dan Jaminan Sosial bagi Pekerja Platform

Sidang pembukaan International Labour Conference (ILC) ke-114 resmi dimulai pada Senin, 1 Juni 2026, di kantor pusat Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Palais des Nations, Jenewa, Swiss. Konferensi yang berlangsung selama 12 hari ini dihadiri delegasi pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha dari 187 negara anggota ILO.

Sejumlah isu menjadi agenda utama ILC tahun ini, antara lain standar kerja layak di ekonomi platform, dialog sosial tripartit, transformasi kesetaraan gender, serta penerapan konvensi ILO. Pembahasan mengenai kerja layak di ekonomi platform menjadi salah satu fokus karena memasuki tahapan lanjutan untuk melahirkan standar internasional terkait perlindungan pekerja platform.

Dalam forum tersebut, Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SEPETA) hadir sebagai delegasi resmi Indonesia. SEPETA menyatakan kehadirannya bertujuan membawa aspirasi jutaan pengemudi online, kurir paket, dan pekerja platform yang selama ini menghadapi ketidakpastian dalam bekerja.

“SEPETA datang untuk memastikan hak-hak dasar pekerja platform benar-benar masuk dan diakui dalam konvensi internasional,” kata Sekretariat Nasional SEPETA.

SEPETA menyampaikan empat catatan utama yang dirangkum dalam resolusi bertajuk “BASECAME”. Pertama, transparansi algoritma. SEPETA menilai aplikasi tidak boleh menjadi alat penindasan digital yang tertutup, dan pekerja berhak mengetahui sistem penilaian, pembagian order, mekanisme suspend, serta skema pemotongan oleh platform.

Kedua, kebebasan berserikat dan berunding. SEPETA menekankan perlunya jaminan hak pekerja platform untuk membentuk serikat, melakukan perundingan kolektif, dan menyampaikan aspirasi tanpa intimidasi maupun ancaman suspend sepihak.

Ketiga, jaminan sosial, kesehatan, dan upah layak. SEPETA menegaskan tidak semestinya pekerja platform bekerja tanpa perlindungan, serta menyatakan negara dan perusahaan platform perlu menjamin upah layak, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan perlindungan sosial secara menyeluruh.

Keempat, perlindungan privasi dan data pribadi. SEPETA menyampaikan data pekerja tidak semestinya diperlakukan sebagai komoditas bisnis semata, dan setiap pekerja platform berhak atas keamanan serta perlindungan data pribadinya.

SEPETA menegaskan tuntutan yang dibawa dalam forum ini tidak hanya terkait pengakuan status pekerja, melainkan juga perubahan sistem yang dinilai melanggengkan eksploitasi digital terhadap pekerja platform. “Melalui resolusi BASECAME, harus diperjuangkan hingga benar-benar menjadi kemenangan bagi rakyat pekerja platform,” ujar Sekretariat Nasional SEPETA dalam pernyataan di Jenewa, 1 Juni 2026.