Natal Nasional PDIP Digelar Bersama Warga Terdampak Bencana di Tapanuli Tengah

Natal Nasional PDIP Digelar Bersama Warga Terdampak Bencana di Tapanuli Tengah

Panitia Natal Nasional PDI Perjuangan menggelar rangkaian bakti sosial di sejumlah titik terdampak bencana di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pada Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan Natal Nasional yang dilaksanakan bersama para pengungsi dengan tema “Gotong Royong Dalam Kasih Allah”.

Panitia menyusuri sejumlah posko pengungsian dan lokasi terdampak bencana, di antaranya Kecamatan Tukka Desa Hutanabolon, Kecamatan Badiri, Sibolga, serta beberapa titik lain di wilayah Tapteng.

Ketua Panitia Natal Nasional PDI Perjuangan, Marinus Gea, mengatakan perayaan Natal bersama pengungsi memberikan makna yang berbeda karena tidak hanya berfokus pada liturgi, tetapi juga menekankan penerapan kasih dalam tindakan nyata. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran partai di tengah masyarakat.

Menurut Marinus, pelaksanaan Natal Nasional bersama masyarakat terdampak bencana di Gereja HKBP Hutanabolon, Kecamatan Tukka, merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Lokasi itu dipilih karena termasuk wilayah yang terdampak bencana alam.

Ia menambahkan, kegiatan Natal Nasional tahun ini juga mengangkat subtema “Dengan Perayaan Natal PDI Perjuangan, Kita Pulihkan Semangat Masyarakat Tapanuli Tengah untuk Bangkit Lebih Cepat”, serta subtema khusus “Gotong Royong dalam Cinta dan Kasih Allah.”

Dalam rangkaian kegiatan, panitia dan kader PDI Perjuangan turut melakukan potong tumpeng bersama masyarakat terdampak bencana sebagai bagian dari perayaan hari ulang tahun Megawati Soekarnoputri.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut mencerminkan kebersamaan PDI Perjuangan dengan warga terdampak bencana. Dalam kesempatan itu, ia juga menyebut rencana pembangunan 50 unit hunian sementara.

Sebelum puncak kegiatan, panitia menyalurkan bantuan kemanusiaan, termasuk bantuan untuk rumah ibadah gereja dan masjid yang rusak, bedah rumah bagi keluarga terdampak dengan kategori rusak ringan, sedang, berat, hingga hilang, serta santunan bagi keluarga korban jiwa.

Bantuan lain yang disalurkan meliputi peralatan kebersihan, perlengkapan sekolah berupa seragam sekolah dan seragam guru, serta peralatan masak untuk pengungsi maupun warga yang sudah kembali ke rumah. Selain itu, dilakukan pula kegiatan trauma healing untuk membantu pemulihan psikologis akibat dampak bencana.

Pelayanan kesehatan juga diberikan melalui pengerahan Kapal Kesehatan Laksamana Malahayati yang melayani pengobatan gratis bagi warga terdampak. Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, menyatakan RS Apung Laksamana Malahayati dijadwalkan sandar di PPN Sibolga hingga 24 Januari 2026 untuk melayani kesehatan para korban bencana.

Ribka menjelaskan, masyarakat dipersilakan datang untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis selama periode pelayanan tersebut. Ia juga menyebut RS Apung Laksamana Malahayati mengemban misi pelayanan kesehatan bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau terpencil di Indonesia.