Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Aceh dijadwalkan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-12 pada Juni 2025. Agenda ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi menyusul berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2020–2025 di bawah Ketua Teuku Muhammad Nurlif dan Sekretaris Ali Basrah.
Menjelang pelaksanaan Musda, sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat Ketua DPD I Golkar Aceh. Tokoh-tokoh yang disebut antara lain Andi Harianto Sinulingga, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., Lukman CM, Salim Fakhri, Ilham Pangestu, H. Mukhlis, S.T., dan Bustami Hamzah.
Ketua DPD II Partai Golkar Pidie Jaya, Khalid S.Pd.I, menilai dinamika menjelang Musda sebagai hal positif. Ia menyatakan setiap kader memiliki kesempatan untuk maju selama memenuhi persyaratan partai.
“Saya terbuka, siapapun boleh mencalonkan diri, baik nama-nama yang sudah muncul di publik maupun yang belum,” kata Khalid, Jumat (16/5/2025).
Khalid menekankan pentingnya calon ketua yang memahami secara menyeluruh struktur dan dinamika internal Partai Golkar, dari tingkat provinsi hingga daerah. Menurutnya, figur yang layak memimpin Golkar Aceh adalah mereka yang telah lama berproses di partai dan memahami dinamika politik nasional maupun lokal.
Ia juga menyebut setiap kandidat memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, ia menilai yang paling utama adalah memastikan ketua terpilih benar-benar dibutuhkan partai, bukan sekadar memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi.
“Kita ingin ketua yang bisa mengkomunikasikan kepentingan Aceh ke tingkat pusat, bukan sebaliknya,” ujar Khalid.

