Muktamar PPP 2025 di Jakarta Munculkan Tiga Calon Ketum, Kader Nilai Jadi Ujian Kedewasaan Partai

Muktamar PPP 2025 di Jakarta Munculkan Tiga Calon Ketum, Kader Nilai Jadi Ujian Kedewasaan Partai

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dijadwalkan menggelar Muktamar ke-10 di Jakarta pada 27–29 September 2025. Forum tertinggi partai yang berlangsung lima tahunan ini menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya memunculkan tiga nama calon ketua umum, berbeda dari muktamar-muktamar sebelumnya yang kerap berujung aklamasi.

Muktamar tersebut akan menentukan ketua umum definitif sekaligus menyusun kepengurusan baru PPP untuk periode 2025–2030. Agenda ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi internal setelah PPP gagal melenggang ke Senayan pada Pemilihan Umum 2024, sehingga berstatus partai nonparlemen.

Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi, Andri Hidayana, menyatakan optimisme bahwa dinamika banyaknya calon tidak akan berujung pada polarisasi tajam. Ia menilai perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam proses pemilihan, sementara tujuan utamanya tetap sama, yakni mendorong kebangkitan partai.

“Saya sih lebih melihat para petinggi partai hadir dalam muktamar semua punya harapan di mana partai ini bisa kembali bangkit,” kata Andri. Menurutnya, kemunculan lebih dari satu kandidat justru dapat menjadi energi baru bagi internal PPP.

Di sisi lain, Andri menyebut adanya kelompok kader yang mendorong perubahan signifikan dalam tubuh partai. Ia memperkirakan sekitar 70 persen kader berada di kubu yang menginginkan perubahan dan mengusung mantan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, sebagai calon ketua umum. Andri menyatakan Agus disebut memperoleh dukungan dari sekitar 27 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 400 Dewan Pimpinan Cabang (DPC), termasuk dari Jawa Barat dan Sukabumi.

“Kalau bicara faktual, fakta ya saya bisa melihat kubu perubahan lebih mendominasi, karena disadari perlu ada perubahan terutama soal kaderisasi partai yang saat ini mandeg,” ucap Andri. Ia juga menyinggung bahwa latar belakang Agus yang sebelumnya berasal dari luar partai menjadi salah satu hal yang dibahas dalam penyusunan tata tertib sidang muktamar.

Meski begitu, Andri menekankan bahwa ketua umum terpilih nantinya tidak bisa berjalan sendiri. “Dan jikapun akhirnya terpilih, yang bersangkutan tentu tidak bisa berdiri sendiri atau otoriter. Karena tentu sebuah organisasi tidak hanya ketua umum, karena partai ini bukan muka milik perorangan, akan tetapi milik umat,” ujarnya.

Juru bicara PPP Usman Muhammad Tokan alias Donnie Tokan mengonfirmasi terdapat tiga nama dalam bursa calon ketua umum, yakni pelaksana tugas Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono, Agus Suparmanto, dan Husnan Bey Fananie yang pernah menjabat duta besar Indonesia untuk Azerbaijan. Ketiganya akan bersaing memperebutkan pucuk pimpinan PPP dalam muktamar mendatang.

Muktamar PPP semula dijadwalkan berlangsung di Bali pada akhir April atau awal Mei 2025, namun kemudian ditunda. Penundaan tersebut disebut mencerminkan upaya partai mematangkan persiapan menjelang forum strategis penentuan arah kepemimpinan berikutnya.