Proyek pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Tebo menjadi sorotan lantaran dinilai minim transparansi. Pelaksanaan proyek strategis nasional itu memunculkan pertanyaan, terutama terkait penggunaan material serta mekanisme pengerjaan di lapangan.
Di Kecamatan Muara Tabir, seorang pelaksana konstruksi bernama Gusri menyatakan dirinya hanya menjalankan pekerjaan berdasarkan arahan pihak lain. Saat dimintai penjelasan mengenai material bangunan yang digunakan, ia enggan merinci dan mengarahkan agar pertanyaan ditujukan kepada pihak tertentu.
“Pak Danramil yang pesan, saya cuma upah kerja. Coba tanya Pak Danramil Sungai Bengkal,” ujar Gusri melalui pesan WhatsApp, Minggu, 17 Mei 2026.
Sementara itu, Danramil 416-03/Sungai Bengkal Kapten Inf Agus Bentua Sitorus juga tidak memberikan penjelasan rinci. Saat dikonfirmasi, ia menyebut pembangunan KDKMP merupakan proyek nasional yang berada di bawah pengawasan TNI, tanpa memaparkan detail pelaksanaan.
“Ini proyek nasional diserahkan Presiden ke kami. Jangan kamu urusi ini, ini urusan Kodim,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Agus juga meminta agar persoalan tersebut tidak dipersoalkan lebih lanjut. Ia menyebut pihak TNI sedang bekerja untuk menyukseskan program Presiden.
Program KDKMP merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan koperasi berbasis masyarakat.
Ketua Gerakan Mahasiswa Kabupaten Tebo (Gemakato), Rengki Delfika, menilai pembangunan KDKMP seharusnya dilakukan secara terbuka dan menggunakan material legal sesuai aturan. Ia menyatakan pihaknya akan mengawal pelaksanaan proyek tersebut.
“Kami akan mengawal serius persoalan ini. Jika ditemukan pembangunan KDMP menggunakan material ilegal, akan kami laporkan kepada pihak berwenang,” kata Rengki.
Menurut Rengki, keterlibatan institusi militer dalam pengawasan proyek semestinya menjadi jaminan bahwa pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan dugaan pelanggaran hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, Dandim 0416/Bungo-Tebo Letkol Inf Yudi Susilo belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.