Menkes: Kepesertaan BPJS Kesehatan Aktif Jadi Syarat Akses Layanan Kesehatan Gratis

Menkes: Kepesertaan BPJS Kesehatan Aktif Jadi Syarat Akses Layanan Kesehatan Gratis

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat memastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan tetap aktif. Ia menegaskan, BPJS menjadi syarat penting agar masyarakat dapat mengakses berbagai layanan kesehatan gratis yang akan diperluas pemerintah pada 2026.

Budi menjelaskan, layanan gratis dari pemerintah tidak lagi terbatas pada pemeriksaan awal atau skrining kesehatan. Program tersebut dikembangkan mencakup upaya pencegahan hingga penanganan medis lanjutan, sebagai kelanjutan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sudah berjalan.

“Pemerintah tidak hanya memberikan cek kesehatan secara gratis, tetapi juga pencegahan dan penanganannya. Karena itu, masyarakat sebaiknya segera mengaktifkan BPJS Kesehatan,” kata Budi dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).

Ia juga menyinggung besaran iuran BPJS Kesehatan yang menurutnya relatif ringan, berkisar puluhan ribu rupiah per bulan. Budi menilai biaya tersebut lebih kecil dibandingkan sejumlah pengeluaran rutin masyarakat, sementara manfaat layanan kesehatan yang diperoleh dinilai lebih besar.

Dalam skema program terbaru, pemerintah menanggung biaya penanganan medis secara gratis selama 15 hari pertama setelah pemeriksaan kesehatan dilakukan. Setelah masa tersebut, layanan gratis tetap dapat diakses oleh masyarakat yang memiliki BPJS Kesehatan aktif. Namun, bagi warga yang tidak terdaftar sebagai peserta BPJS, biaya pengobatan harus ditanggung sendiri.

“Selama BPJS aktif, penanganan medis bisa tetap gratis. Karena itu, masyarakat seharusnya tidak menunda untuk mengaktifkan kepesertaan BPJS,” ujarnya.

Melalui program ini, Kementerian Kesehatan menargetkan 136 juta penduduk mengikuti Cek Kesehatan Gratis sepanjang 2026. Target itu meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 70 juta peserta.

Budi berharap perluasan layanan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini, sehingga potensi penyakit serius dapat dicegah. “Fokus kita bukan hanya pada pemeriksaan kesehatan, melainkan memastikan masyarakat Indonesia tetap sehat,” katanya.