JEPARA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara Angkatan ke-21 meluncurkan program Penguatan Transparansi Informasi Desa Berbasis Digital melalui portal Suara Bugel (suarabugel.vercel.app). Peluncuran berlangsung di Balai Desa Bugel, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jumat (14/8/2026) pukul 09.00 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Bugel Drs. H. Ali Musyafa, perangkat desa, serta para ketua RT dan RW se-Desa Bugel. Program ini ditujukan untuk memperluas akses warga terhadap informasi kegiatan dan program kerja desa, terutama bagi warga yang merantau atau memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain meluncurkan portal, tim KKN juga menyerahkan cetakan kode QR kepada seluruh ketua RT di Desa Bugel. Melalui cara ini, warga diharapkan dapat mengakses situs desa secara lebih cepat dan praktis tanpa perlu mengetik alamat web secara manual.
Portal Suara Bugel dirancang sebagai pusat informasi resmi desa dengan tampilan yang ringan dan responsif untuk diakses melalui ponsel. Di dalamnya tersedia publikasi kegiatan desa, informasi program kerja, serta panduan layanan administrasi yang kerap dibutuhkan warga.
Mahasiswa KKN juga menyiapkan fitur Aspirasi Warga agar komunikasi tidak berjalan satu arah. Melalui fitur tersebut, masyarakat dapat menyampaikan masukan, saran, maupun keluhan terkait pembangunan desa yang dapat dipantau oleh pemerintah desa.
Koordinator Tim KKN Unisnu Jepara Angkatan ke-21 Desa Bugel, Zaini Leon Musthofa, menyampaikan bahwa kemudahan akses menjadi kunci dalam penerapan transparansi dan digitalisasi informasi di tingkat desa. “Melalui penguatan berbasis digital ini, kami ingin memastikan transparansi benar-benar dirasakan oleh seluruh warga. Lewat QR Code yang disebar ke tiap Ketua RT, warga Desa Bugel termasuk yang sedang merantau bisa memantau perkembangan desa sekaligus menyampaikan aspirasi cukup dari layar HP,” ujarnya.
Kepala Desa Bugel, Drs. H. Ali Musyafa, M.Pd.I., mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, portal informasi dan distribusi kode QR dapat membantu kinerja pemerintah desa dalam pelayanan dan publikasi kegiatan. “Inovasi dari adik-adik mahasiswa KKN Unisnu Angkatan ke-21 ini sangat membantu kinerja kami di Pemdes Bugel. Pelayanan dan publikasi kegiatan kini jadi jauh lebih rapi, terukur, dan transparan. Penyerahan QR Code ke para Ketua RT juga membuat informasi desa makin dekat dengan masyarakat,” kata Ali Musyafa.
Program ini diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten setelah masa KKN berakhir melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan jajaran ketua RT, guna mendorong tata kelola Desa Bugel yang lebih modern, terbuka, dan akuntabel.