Sertifikasi kian menjadi instrumen bagi perusahaan untuk membangun sistem manajemen yang lebih terukur, sekaligus memenuhi tuntutan pelanggan dan mitra bisnis. Seiring meningkatnya kebutuhan tersebut, kredibilitas lembaga penerbit sertifikat ikut menjadi perhatian.
PT Giatt Internasional Certification (GIC) menyatakan mendorong proses sertifikasi yang mengedepankan independensi, objektivitas, dan transparansi. GIC beroperasi sebagai lembaga sertifikasi independen dan menyebut proses kerjanya mengacu pada ISO/IEC 17021-1.
Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah penyediaan fasilitas verifikasi sertifikat yang dapat diakses publik. Melalui sistem ini, pihak berkepentingan dapat melakukan pengecekan keaslian sertifikat berdasarkan nomor sertifikat maupun nama perusahaan.
Founder GIC, Gemilang Pranoto, mengatakan akses terhadap informasi sertifikasi diperlukan agar dokumen tersebut dapat dipertanggungjawabkan. “Sertifikasi seharusnya bukan hanya menjadi dokumen yang disimpan oleh perusahaan. Ada nilai kredibilitas yang harus bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu, kami melihat transparansi dan kemudahan verifikasi sebagai bagian penting dari ekosistem sertifikasi,” ujarnya.
Menurut Gemilang, sertifikasi kini tidak hanya terkait kebutuhan administratif. Perusahaan semakin dituntut menunjukkan bahwa proses bisnis telah memenuhi standar tertentu dan diterapkan secara konsisten.
GIC menyediakan sejumlah skema sertifikasi sistem manajemen, antara lain ISO 9001 untuk manajemen mutu, ISO 14001 untuk manajemen lingkungan, ISO 45001 untuk keselamatan dan kesehatan kerja, serta ISO/IEC 27001 untuk keamanan informasi. Di bidang keamanan pangan, tersedia ISO 22000 dan HACCP, sementara untuk anti-penyuapan tersedia ISO 37001. GIC juga mencantumkan ISO 13485 untuk sistem manajemen mutu perangkat medis dan ISO 50001 untuk manajemen energi.
Selain sertifikasi organisasi, GIC menawarkan sertifikasi personel dan pelatihan bagi tenaga profesional, termasuk ISO Awareness, Internal Auditor, persiapan Lead Auditor, HACCP, serta pelatihan in-house.
Gemilang menyebut pihaknya ingin membangun ekosistem yang membuat sertifikasi memiliki nilai kepercayaan. “Yang ingin kami bangun bukan sekadar hubungan antara lembaga sertifikasi dan perusahaan, tetapi sebuah ekosistem yang membuat sertifikasi memiliki nilai kepercayaan. Ketika sebuah sertifikat dapat diverifikasi dan prosesnya dilakukan secara independen, maka manfaatnya akan lebih besar bagi perusahaan maupun pihak yang menggunakan informasi tersebut sebagai pertimbangan bisnis,” katanya.
GIC mulai beroperasi pada 2026 sebagai lembaga sertifikasi independen yang mengacu pada ISO/IEC 17021-1. GIC menyatakan prinsip independensi, objektivitas, dan transparansi telah menjadi bagian dari pendekatan sejak awal pendirian.
Bagi perusahaan, penerapan standar manajemen dinilai dapat membantu membangun proses kerja yang konsisten, mengidentifikasi risiko, meningkatkan kualitas layanan, serta memenuhi persyaratan tertentu dari pelanggan maupun mitra. Sementara bagi tenaga profesional, sertifikasi kompetensi dan pelatihan dapat menjadi sarana untuk memperluas pemahaman mengenai standar yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Gemilang menilai kebutuhan terhadap bukti kepatuhan dan kualitas akan semakin penting seiring meningkatnya tuntutan bisnis.