Laznas Zis Indosat menyelenggarakan Public Expose 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, serta penguatan dampak pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf). Kegiatan ini menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan kinerja lembaga sekaligus arah kolaborasi kebaikan ke depan.
Mengusung tema “Kolaborasi Kebaikan Berdampak”, acara digelar di Auditorium Gedung PT Indosat Ooredoo Hutchison, Jakarta. Sejumlah pimpinan, mitra, dan pemangku kepentingan strategis turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Beberapa tokoh yang menghadiri acara antara lain Reski Damayanti selaku Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchinson, VP Head of Account Payable Division sekaligus Ketua Sarana Kerohanian Islam (SKI) Indosat Sukmantanto, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh. Hadir pula Pimpinan Bidang Pengumpulan Baznas Republik Indonesia Rizaludin Kurniawan serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI Waryono Abdul Ghafur.
Acara juga dihadiri CEO Laznas Zis Indosat Wakhid Efendi, jajaran manajemen, mitra perusahaan, serta perwakilan penerima manfaat dari program pendidikan dan dakwah.
Dalam paparannya, Wakhid menegaskan transparansi dan kolaborasi menjadi fondasi utama dalam pengelolaan Ziswaf. “Kebaikan hari ini tidak lagi berdiri sendiri. Ia tumbuh melalui kolaborasi dan diukur melalui dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Melalui Public Expose ini, kami ingin menyampaikan secara terbuka bagaimana amanah ZISWAF kami kelola dan kami jaga akuntabilitasnya,” ujar Wakhid melalui keterangan tertulis, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, Laznas Zis Indosat terus mendorong tata kelola yang profesional, kepatuhan terhadap regulasi, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital dalam pengelolaan Ziswaf.
Sepanjang 2025, Laznas Zis Indosat menyalurkan manfaat kepada 143.027 penerima manfaat yang tersebar di 27 provinsi. Penyaluran tersebut menjangkau wilayah Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua melalui program sosial kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah.
Rangkaian Public Expose 2026 turut diisi penayangan video program, Mitra Amal Baik Awards, peluncuran HIROmadan, serta penandatanganan komitmen kolaborasi kebaikan sebagai upaya penguatan sinergi lintas sektor.
Melalui kegiatan ini, Laznas Zis Indosat menegaskan komitmennya untuk menjunjung transparansi, akuntabilitas, dan kebermanfaatan berkelanjutan bagi umat serta masyarakat luas melalui kolaborasi kebaikan.

