KuCoin merilis laporan tahunan bertajuk “$2B Trust Project Annual Review” yang merangkum capaian program Trust Project selama satu tahun terakhir. Dalam laporan tersebut, KuCoin menyebut kemajuan terukur pada lima pilar utama: Infrastruktur Keamanan, Kepatuhan Regulasi dan Tata Kelola, Transparansi yang dapat Diverifikasi, Perlindungan Pengguna, serta Infrastruktur Global dan Daya Tahan Operasional.
Menurut KuCoin, kelima pilar itu membentuk kerangka kepercayaan terintegrasi yang menghubungkan aspek keamanan dan tata kelola dengan transparansi, perlindungan pengguna, serta ketahanan operasional jangka panjang.
Salah satu pencapaian yang disoroti adalah diraihnya sertifikasi SOC 2 Type II, ISO/IEC 27001:2022, ISO/IEC 27701:2019, dan CCSS. KuCoin menyatakan pihaknya menjadi bursa kripto berskala besar pertama yang mengantongi keempat sertifikasi keamanan dan privasi tersebut.
Dari sisi regulasi, KuCoin melaporkan penguatan posisi di sejumlah pasar global, termasuk memperoleh izin usaha Jasa Penukaran Mata Uang Digital dari AUSTRAC di Australia serta lisensi MiCAR di Austria untuk KuCoin EU.
KuCoin juga menyampaikan peningkatan perlindungan aset berstandar institusi melalui mekanisme Off-Exchange Settlement. Melalui mekanisme ini, klien institusi disebut dapat mengakses layanan kustodian berkualifikasi dan sistem perlindungan yang lebih kuat.
Pada aspek transparansi, KuCoin menyebut mendapat pengakuan dari CryptoQuant sebagai “PoR Transparency Leader”. Pengakuan tersebut, menurut KuCoin, didukung oleh lebih dari 42 laporan bulanan Proof of Reserves, mekanisme verifikasi tingkat pengguna, serta validasi berkelanjutan dari pihak ketiga.
Laporan itu juga memuat pengembangan teknis yang diklaim memperkuat ketahanan infrastruktur, antara lain penerapan kontrol akses zero-trust, perlindungan data berbasis privasi, manajemen kunci keamanan tinggi, pemantauan SLA secara seketika, perencanaan kapasitas, prosedur operasional yang telah teruji, operasi keamanan yang didukung AI, pemantauan dan analisis risiko berbasis AI, serta kemampuan “Spot v3 raft replay” untuk memperkuat auditabilitas dan investigasi forensik.
CEO KuCoin, BC Wong, menilai kepercayaan akan menjadi faktor penentu dalam fase berikutnya perkembangan industri kripto. “Pada fase berikutnya dalam perkembangan industri kripto, kepercayaan akan menentukan kemampuan platform untuk berkembang, bukan sekadar bertahan. Trust Project senilai US$2 miliar mencerminkan keyakinan kami bahwa keamanan, kepatuhan regulasi, dan transparansi harus menjadi infrastruktur inti, bukan sekadar pelengkap,” kata Wong.
Ia menambahkan, KuCoin memanfaatkan teknologi seperti AI untuk mendorong peningkatan sistemik dalam manajemen risiko, daya tahan, dan transparansi. Namun, menurutnya, teknologi saja tidak cukup untuk membangun kepercayaan. “Kepercayaan juga harus ditopang dengan standar yang jelas, akuntabilitas yang kuat, dan inovasi yang bertanggung jawab,” ujarnya.
KuCoin menyatakan laporan tahunan Trust Project tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam membangun platform yang lebih aman, transparan, dan tangguh bagi pengguna, institusi, dan mitra di berbagai negara, sekaligus mendorong peningkatan standar kepercayaan di industri kripto.
KuCoin berdiri pada 2017 dan menyebut telah dipercaya lebih dari 40 juta pengguna di lebih dari 200 negara dan wilayah. Platform ini menyatakan menyediakan akses ke lebih dari 1.500 aset digital melalui berbagai produk, serta menekankan komitmen pada infrastruktur aset digital yang transparan, mematuhi regulasi, dan berorientasi pada pengguna.