KPPN Sibolga Gelar Press Conference APBN, Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Fiskal

KPPN Sibolga Gelar Press Conference APBN, Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Fiskal

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sibolga terus memperkuat transparansi pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari upaya menjaga akuntabilitas fiskal dan mendukung stabilitas ekonomi regional. Komitmen itu ditegaskan melalui Press Conference APBN dan Analisis Ekonomi Regional Periode Januari 2026 yang digelar secara daring, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin bulanan sekaligus inovasi komunikasi publik KPPN Sibolga untuk menyampaikan perkembangan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dinamika ekonomi regional di wilayah kerjanya. Acara ini diikuti para Kuasa Pengguna Anggaran dan pengelola keuangan satuan kerja vertikal lingkup KPPN Sibolga, serta perwakilan akademisi dan media lokal.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala KPPN Sibolga, Rita Purnama Sari, memaparkan kinerja APBN Tahun Anggaran 2025 dari sisi penerimaan dan belanja negara. Dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), realisasi hingga 31 Desember 2025 disebut mencapai 278 persen dari target tahunan.

Dari sisi belanja negara, realisasi Belanja Kementerian/Lembaga tercatat sebesar 96,77 persen dari pagu anggaran yang mencakup belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal. Sementara realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa mencapai 98,41 persen dari total pagu yang dialokasikan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Penjaminan Kualitas Data, Penilaian, dan Penagihan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sibolga, Bulkiah, menyampaikan kinerja penerimaan pajak di wilayahnya. Hingga 31 Desember 2025, realisasi penerimaan pajak mencapai 102,03 persen atau sebesar Rp516,42 miliar dari target Rp506,42 miliar.

Capaian tersebut ditopang oleh penerimaan PPh Non Migas sebesar 75,83 persen, PPN dan PPnBM sebesar 81,88 persen, serta PBB yang melampaui target dengan capaian 123,33 persen. Selain itu, penerimaan dari jenis pajak lainnya tercatat sebesar Rp114,07 miliar. Jumlah wajib pajak aktif di Kota Sibolga tercatat 12.837 wajib pajak, sedangkan di Kabupaten Tapanuli Tengah mencapai 22.137 wajib pajak.

Selain menyampaikan kinerja fiskal, KPPN Sibolga juga menegaskan komitmen institusional dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan negara melalui Gerakan Zero Retur serta sosialisasi Anti Korupsi dan Anti Gratifikasi di lingkungan kerja.

Press Conference APBN Januari 2026 ini disebut mendapat respons positif dari peserta. Konsistensi KPPN Sibolga dalam menyajikan informasi APBN secara terbuka, akurat, dan berkelanjutan dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan publik serta mendukung tata kelola keuangan negara yang transparan di daerah.