Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur menyiapkan platform transparansi keuangan berbasis aplikasi untuk membuka akses pemantauan alur penggunaan anggaran di setiap cabang olahraga (cabor). Melalui sistem ini, pengurus cabor, pelatih, hingga atlet nantinya dapat melihat besaran dana yang diterima, penggunaan anggaran, serta laporan pertanggungjawaban secara lebih terbuka.
Rencana tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Kaltim, H Anderiy ST, saat silaturahmi bersama 21 Cabor Andalan dan Unggulan di Kantor KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Rabu (15/7) pagi. Anderiy menyebut langkah ini menjadi bagian dari komitmen kepengurusan baru untuk membangun tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan mengedepankan keterbukaan.
“Ke depan kami ingin menerapkan open management. Anggaran yang diterima masing-masing cabang olahraga akan dibuat transparan sehingga atlet, pelatih, dan pengurus bisa mengetahui alur penggunaannya,” ujar Anderiy.
Menurutnya, keterbukaan anggaran diperlukan untuk mencegah munculnya prasangka dan kesalahpahaman antara pengurus cabor dengan atlet maupun pelatih. Ia menekankan, ketika ada dana masuk untuk suatu cabor, seluruh pihak dapat melihat penggunaan dana tersebut, termasuk siapa penerimanya dan untuk kebutuhan apa dana dipakai.
“Kalau nanti ada dana masuk untuk satu cabang olahraga, semua bisa melihat penggunaannya. Siapa yang menerima, dipakai untuk apa, semuanya terbuka. Jadi kalau ada yang tidak sesuai, bisa langsung dikoreksi berdasarkan data, bukan berdasarkan isu,” katanya.
Anderiy, yang juga Direktur klub sepak bola Borneo FC, menjelaskan gagasan itu lahir dari pengalaman pribadinya saat masih menjadi atlet. Ia mengaku pernah menemukan ketidaksesuaian antara pelaksanaan pemusatan latihan dengan administrasi yang dibuat, sehingga pengalaman tersebut menjadi pelajaran untuk mendorong sistem yang lebih terbuka dan memungkinkan atlet ikut mengawasi penggunaan anggaran.
Selain menyiapkan platform transparansi keuangan, KONI Kaltim juga akan memperbarui basis data seluruh cabor. Masing-masing cabor diminta menyerahkan data terbaru terkait kepengurusan, atlet, pelatih, fasilitas latihan, peralatan, hingga rekam jejak anggaran dan prestasi dalam beberapa tahun terakhir.
Pendataan itu disebut akan menjadi fondasi penyusunan roadmap pembinaan olahraga Kalimantan Timur, dengan target peningkatan prestasi pada ajang nasional.
Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listyono, menambahkan bahwa pihaknya juga menyiapkan program Bapak Angkat Cabang Olahraga dengan menggandeng perusahaan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Program tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan alternatif di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
Di sisi lain, pengurus KONI Kaltim juga menyatakan komitmen untuk melakukan monitoring langsung ke lokasi latihan setiap cabor secara berkala. Langkah ini ditujukan untuk memastikan pembinaan berjalan optimal sekaligus menyerap aspirasi atlet dan pelatih.
Nidya menegaskan, seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat, terbuka, dan berpihak kepada atlet. “Kami ingin atlet, pelatih, dan pengurus bisa berjalan bersama. Kalau atlet merasa nyaman, didengar, dan hak-haknya terpenuhi, maka peluang melahirkan prestasi akan semakin besar. Itu yang sedang kami bangun di KONI Kaltim,” tegasnya.