KONI Kaltim Siapkan Aplikasi Transparansi Anggaran, Atlet dan Pelatih Bisa Ikut Mengawasi

KONI Kaltim Siapkan Aplikasi Transparansi Anggaran, Atlet dan Pelatih Bisa Ikut Mengawasi

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur berencana membuka akses pengawasan anggaran kepada atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga melalui platform digital yang sedang disiapkan. Melalui aplikasi tersebut, pihak-pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga diharapkan dapat memantau aliran dana secara lebih terbuka.

Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum mengatakan, sistem ini menjadi salah satu agenda pembenahan organisasi yang akan dijalankan pada kepengurusan periode 2026–2030. Ia menilai transparansi diperlukan untuk membangun kepercayaan sekaligus meminimalkan persoalan yang selama ini kerap muncul dalam pengelolaan anggaran olahraga.

“Kami ingin membangun sistem manajemen yang terbuka. Atlet, pelatih, maupun pengurus cabang olahraga bisa mengetahui bagaimana anggaran itu digunakan,” kata Anderiy saat bersilaturahmi dengan 21 cabang olahraga andalan dan unggulan di Kantor KONI Kaltim, Samarinda, Rabu (15/7/2026).

Menurut Anderiy, keterbukaan informasi anggaran dinilai dapat membuat proses pembinaan berjalan lebih sehat. Dengan adanya data penggunaan dana yang bisa dipantau bersama, potensi kesalahpahaman maupun kecurigaan terkait pengelolaan anggaran diharapkan dapat ditekan.

Ia menyebut aplikasi tersebut juga akan berfungsi sebagai instrumen pengawasan internal. Jika ada anggaran yang masuk ke cabang olahraga, penggunaan dana dapat diketahui tidak hanya oleh pengurus, tetapi juga atlet dan pelatih. “Kalau ada anggaran yang masuk ke cabang olahraga, semua bisa mengetahui penggunaannya. Jadi kontrolnya tidak hanya dari pengurus, tetapi juga dari atlet dan pelatih,” ujarnya.

Anderiy menuturkan gagasan itu berangkat dari pengalaman pribadinya saat masih aktif sebagai atlet. Ia mengaku pernah menemukan ketidaksesuaian antara program latihan yang dijalankan dengan laporan administrasi yang dibuat. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan pentingnya membangun sistem pengelolaan yang lebih transparan dan akuntabel.

Selain menyiapkan platform transparansi keuangan, KONI Kaltim juga mulai memperbarui database seluruh cabang olahraga. Masing-masing cabor diminta menyerahkan data terbaru terkait kepengurusan, jumlah atlet, pelatih, fasilitas latihan, sarana pendukung, catatan prestasi, serta penggunaan anggaran selama beberapa tahun terakhir.

Data tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan peta jalan (roadmap) pembinaan olahraga Kalimantan Timur menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Kaltim Nidya Listyono menyampaikan pihaknya turut menyiapkan program “Bapak Angkat Cabang Olahraga” dengan menggandeng perusahaan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Program ini diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan alternatif bagi cabang olahraga di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Selain penguatan pendanaan, pengurus KONI Kaltim juga berencana melakukan kunjungan rutin ke lokasi latihan cabang olahraga untuk memantau perkembangan atlet sekaligus menyerap kendala yang dihadapi di lapangan. “Kami ingin membangun ekosistem olahraga yang sehat dan terbuka. Ketika atlet merasa diperhatikan, hak-haknya terpenuhi, dan pembinaan berjalan baik, maka peluang melahirkan prestasi juga akan semakin besar,” kata Nidya.