Komisi IV DPRD Sulteng Tinjau Pelaksanaan PPDB di Parigi Moutong, Bahas Akses Jalan, Asrama, dan Transparansi Sumbangan

Komisi IV DPRD Sulteng Tinjau Pelaksanaan PPDB di Parigi Moutong, Bahas Akses Jalan, Asrama, dan Transparansi Sumbangan

Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah melakukan monitoring implementasi Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN Pariwisata Parigata Parigi dan SMA Negeri 1 Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan ini diikuti anggota Komisi IV DPRD Sulteng Hj. Zalzulmida A. Djanggola, Maryam Tamoreka, Rahmawati M. Nur, Aristan, Awaluddin, Baharuddin Sapi’i, dan Dr. I Nyoman Slamet. Rombongan turut didampingi Anggota DPRD Parigi Moutong, Faisan.

Di SMKN Pariwisata Parigata Parigi, rombongan diterima kepala sekolah dan berdiskusi mengenai sejumlah tantangan yang dihadapi. Salah satu kebutuhan yang disampaikan adalah pembangunan asrama siswa, mengingat lokasi sekolah dinilai cukup jauh dari permukiman masyarakat.

Aristan menyampaikan monitoring dilakukan untuk menggali strategi pengembangan sekolah agar semakin diminati masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan. Awaluddin menyoroti tiga hal yang perlu mendapat perhatian, yakni peningkatan infrastruktur jalan menuju sekolah, penguatan sosialisasi kepada masyarakat, serta promosi sekolah yang lebih optimal.

Maryam Tamoreka juga mendorong pemanfaatan media promosi secara maksimal, termasuk pemasangan spanduk atau publikasi mengenai alumni yang telah berhasil memperoleh pekerjaan sebagai bentuk promosi keberhasilan sekolah. Ia menilai promosi perlu diperluas agar masyarakat mengetahui potensi dan keunggulan sekolah.

Sementara itu, Baharuddin Sapi’i merekomendasikan agar sekitar 50 siswa mendapat kesempatan bersekolah gratis melalui program Berani Cerdas. Menanggapi berbagai masukan, Hj. Zalzulmida A. Djanggola menegaskan persoalan yang disampaikan pihak sekolah menjadi perhatian Komisi IV DPRD Sulteng untuk ditindaklanjuti.

Ia menyatakan pengembangan sekolah perlu terus dilakukan demi meningkatkan mutu pendidikan, termasuk persoalan akses jalan menuju sekolah yang disebut sebagai aset provinsi. Terkait rencana pembangunan asrama, pihak sekolah diminta menyiapkan proposal dan perencanaan yang jelas, termasuk desain serta kebutuhan lahan. Zalzulmida juga menekankan pentingnya promosi sekolah secara profesional melalui dukungan tenaga IT dan media digital, serta menyoroti peningkatan kualitas alumni SMK Pariwisata.

Usai berdiskusi, rombongan meninjau langsung sarana dan prasarana di lingkungan SMKN Pariwisata Parigata. Monitoring kemudian dilanjutkan ke SMA Negeri 1 Balinggi.

Dalam pertemuan di SMA Negeri 1 Balinggi, dibahas sejumlah persoalan terkait pelaksanaan pendidikan dan implementasi PPDB, mulai dari peran komite sekolah, bantuan beasiswa, kegiatan ekstrakurikuler, hingga kebutuhan fasilitas pendidikan. Pihak sekolah menyampaikan kegiatan ekstrakurikuler terus dihidupkan sebagai bagian dari pembinaan siswa dan penguatan lingkungan sekolah.

Pembahasan juga menyinggung penerbitan SK OSIS dan komite sekolah, serta transparansi pengelolaan sumbangan yang dikelola komite sekolah. Dalam monitoring tersebut turut mengemuka persoalan pungutan dan sumbangan sekolah. Berdasarkan hasil pembahasan, sumbangan ditegaskan bersifat tidak wajib dan pengelolaannya harus dilakukan secara transparan oleh komite sekolah, bukan oleh pihak sekolah.

Komisi IV DPRD Sulteng berharap monitoring ini dapat mendorong pelaksanaan PPDB dan penyelenggaraan pendidikan di kedua sekolah berjalan lebih baik, transparan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan peserta didik di Kabupaten Parigi Moutong.