Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim memperlihatkan pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam rekaman itu terlihat kerumunan besar memenuhi area lapangan dan bangunan yang tampak seperti masjid.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan video tersebut perlu diluruskan karena terdeteksi sebagai konten yang dihasilkan dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Video dengan narasi “Pemakaman Pemimpin Orang-orang Tertindas, sang syahid Sayyid Ali Khamenei” dibagikan sejumlah akun di Facebook dan Instagram pada Minggu (5/7/2026).
Dalam penelusuran, Kompas.com menjelaskan bahwa upacara pemakaman Ali Khamenei dimulai di Teheran pada Sabtu (4/7/2026), beberapa bulan setelah ia disebut tewas pada 28 Februari 2026. Ia dilaporkan tewas ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke wilayah Iran, sementara pemakamannya sempat ditunda karena perang masih berlangsung.
Jenazah Khamenei disebut telah disemayamkan di Grand Mosalla Teheran sebelum menjalani rangkaian prosesi, termasuk diarak menuju Qom dan Karbala, Irak. Pemerintah Iran juga menyatakan Khamenei akan dimakamkan di kompleks makam Imam Reza di Mashhad pada Kamis (9/7/2026).
Pemerintah Iran memperkirakan jumlah pelayat dapat menyaingi, bahkan berpotensi melampaui, kerumunan saat pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989 yang disebut dihadiri sekitar 10 juta orang. Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan angka resmi pelayat, meski otoritas menyebut jutaan orang turun ke jalan mengikuti prosesi.
Meski demikian, Kompas.com menegaskan tidak semua gambar atau video yang diklaim memperlihatkan pemakaman Khamenei merupakan konten asli. Video yang beredar dan ditemukan tim cek fakta terdeteksi memiliki probabilitas tinggi dibuat dengan AI setelah diperiksa menggunakan Hive Moderation dan TruthScan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Hive Moderation, video tersebut memiliki probabilitas 98 persen dihasilkan oleh AI. Sementara itu, TruthScan mendeteksi probabilitas penggunaan AI pada video yang sama mencapai 85 persen.
Dengan demikian, video yang diklaim menampilkan pemakaman Ali Khamenei tersebut dinyatakan tidak akurat dan perlu diluruskan karena kuat terindikasi merupakan konten buatan AI.