Klaim Uang Bantuan Australia untuk Umat Kristen dan Pembangunan 800 Gereja di Indonesia Disebut Hoaks

Klaim Uang Bantuan Australia untuk Umat Kristen dan Pembangunan 800 Gereja di Indonesia Disebut Hoaks

Sebuah video yang menampilkan tumpukan uang beredar di media sosial dengan klaim sebagai bantuan dari pemerintah Australia yang siap dibagikan di Indonesia. Narasi yang menyertai video itu menyebut uang tersebut ditujukan bagi umat Kristen serta untuk pembangunan 800 gereja di Indonesia.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Video yang beredar bukan memperlihatkan uang bantuan dari Australia.

Video serupa ditemukan dalam unggahan di TikTok pada 24 Desember 2025. Dalam unggahan itu, tumpukan uang disebut sebagai uang sitaan kasus korupsi yang diserahkan Kejaksaan Agung kepada pemerintah.

Peristiwa penyerahan uang senilai Rp 6,6 triliun itu juga diberitakan oleh sejumlah media, termasuk Kompas.com pada 25 Desember 2025. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, serta disaksikan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam acara tersebut, sebelum kegiatan dimulai, tumpukan uang pecahan Rp 100.000 telah disusun tinggi di lobi gedung. Uang dikemas dalam plastik dan disusun membentuk lorong dari lobi hingga menuju Gedung Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen Kementerian Agama menyatakan tidak pernah mengeluarkan pengumuman terkait bantuan dari Australia. Dalam keterangan di laman resminya, Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menyebut pihaknya menerima banyak laporan mengenai penyebaran informasi palsu yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.

“Dalam beberapa waktu terakhir kami menerima banyak laporan terkait penyebaran informasi palsu bantuan dana DAP dari Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” ujar Jeane Marie Tulung pada 26 Januari 2026.

Berdasarkan penelusuran tersebut, klaim video yang menyebut tumpukan uang sebagai bantuan Australia untuk umat Kristen dan pembangunan gereja dinyatakan hoaks. Video itu sebenarnya memperlihatkan tumpukan uang sitaan korupsi yang diserahkan Kejaksaan Agung kepada pemerintah pada Desember 2025.