Klaim Obat Cacing dari Puskesmas ke Sekolah untuk Depopulasi Tidak Berdasar, Ini Penjelasan Program POPM

Klaim Obat Cacing dari Puskesmas ke Sekolah untuk Depopulasi Tidak Berdasar, Ini Penjelasan Program POPM

Sebuah unggahan di media sosial Facebook beredar dengan imbauan agar masyarakat berhati-hati terhadap pemberian obat cacing dari puskesmas ke sekolah-sekolah. Unggahan tersebut mengklaim bahwa pemberian obat cacing memiliki tujuan depopulasi.

Berdasarkan informasi di laman uks.kemdikbud.go.id, cacingan merupakan penyakit akibat infeksi cacing di dalam tubuh manusia yang penularannya melalui tanah. Upaya pencegahan dilakukan melalui program Pemberian Obat Pencegahan Secara Massal (POPM) Cacingan, yaitu pemberian obat cacing secara serentak kepada seluruh penduduk sasaran di wilayah yang berisiko cacingan sebagai bagian dari langkah pencegahan penularan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) menjelaskan bahwa POPM Cacingan dilaksanakan oleh puskesmas di sekolah, secara khusus di kelas masing-masing. Pelaksanaannya dilakukan dua kali dalam satu tahun untuk daerah kabupaten/kota dengan prevalensi tinggi, dan satu kali dalam satu tahun untuk daerah kabupaten/kota dengan prevalensi sedang.

Sasaran pemberian obat cacing dalam program ini mencakup peserta didik tingkat PAUD (TK/RA/KB/BA/TPA/SPS) serta SD/MI. Obat cacing diberikan mulai anak berusia 1 tahun hingga 12 tahun dengan pemberian satu kali per tahun sesuai dosis.

Dengan demikian, klaim yang menyebut pemberian obat cacing dari puskesmas ke sekolah bertujuan untuk depopulasi tidak didukung oleh informasi program POPM Cacingan sebagaimana dijelaskan Kemdikbudristek.